Mojokerto (beritajatim.com) – Arus lalu-lintas di ruas Jalan Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) mengalami peningkatan mengalami peningkatan 25 persen saat arus mudik Lebaran 2023 dibanding hari biasa. Diprediksi sebanyak 88 ribu kendaraan akan melintas di ruas Jalan Tol Jomo pada H-2 Lebaran.
“Untuk saat ini, terpantau sejak H-10 sampai H-3 tanggal 19 April 2023 terpantau ada kenaikan lalu-lintas. Tercatat sampai hari ini, ada kenaikan sebesar 7,6 persen dari Lebaran tahun lalu atau 25 persen dibanding lalu-lintas normal,” ungkap Ketua Pengamanan Lebaran 2023, Ruas Jalan Tol Jomo, Nobel Danial Muhammad, Kamis (20/4/2023).
Baca Juga:
Puncak Arus Mudik, 9.000 Kendaraan Melintas di Tol Ngawi-Solo
Ada 3.000 kendaraan yang melintas di ruas Jalan Tol Jomo. Dari sisi arah Surabaya atau Jakarta, lanjut Nobel, di ruas Jalan Tol Jomo cenderung berimbang.
Menurutnya, kendaraan yang melintas dari dua arah di Jalan Tol Jomo masih terpantau 50:50, tidak ada peningkatan yang signifikan dari kedua arah tersebut.
“Diprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran 2023. Diprediksi 88.000 kendaraan akan melintas di ruas Jalan Tol Jomo. Namun secara keseluruhan, kami juga memprediksi rata-rata arus lalu-lintas di Jalan Tol Jomo sebesar 52.000 kendaraan atau setara 5,44 persen dari arus lalu-lintas saat Lebaran tahun lalu,” katanya.
Baca Juga:
Arus Mudik, Volume Kendaraan di Mojokerto Naik 20 Persen
Menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2023, Nobel menambahkan, pihaknya sudah mempersiapkan infrastruktur, fasilitas umum dan tambahan personel. Pihaknya juga berkoordinasi dan akan mengikuti semua kebijakan dari pihak kepolisian.
“Kami akan mengikuti semua diskresi kepolisian terkait pengaturan lalu-lintas, penutupan sementara rest area, penutupan akses dan lain sebagainya. Kami juga menghimbau untuk para pemudik agar menyiapkan saldo uang elektronik cukup untuk pergi maupun pulang sehingga tidak terjadi kemacetan di gerbang tol,” ujarnya. [tin/beq]






