Surabaya (beritajatim.com)– Pj Ketua PWNU Jawa Timur (Jatim) KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin menyatakan bahwa Pemilu 2024 merupakan kerja keras semua pihak yakni penyelenggara, para kontestan serta media. Pihaknya mengaku apresiasi karena Pemilu 2024 berjalan sangat baik dan minim konflik mengarah pada kekerasan.
Komentar Gus Kikin ini mewakili Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim. Pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Jawa Timur. Pj Ketua PWNU Jatim, mengatakan, semua pihak telah berperan aktif dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan sangat baik pada Pemilu 2024.
“Kami ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kelancaran Pemilu 2024. Dedikasi dan kerja keras dari setiap elemen telah membawa hasil yang sangat memuaskan,” ujarnya melansir YouTube Nahdlatul Ulama Selasa (20/2/2024).
Apresiasi secara khusus ditujukan kepada penyelenggara pemilu yang telah mengawal setiap prosesnya secata profesional dan transparan. Mulai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).
“Kami menghargai kerja keras Bawaslu, KPU, PPK, dan PPS dalam memastikan pelaksanaan pemilu agar berjalan lancar,” kata Gus Kikin.
Tak lupa, PWNU Jatim juga mengucapkan terima kasih kepada para kontestan yang telah berkompetisi dengan sportif dan berintegritas.
“Semangat para kontestan dalam mewakili aspirasi masyarakat patut diacungi jempol,” ucapnya.
Selain itu, PWNU Jatim juga mengapresiasi peran media massa dalam memberikan informasi yang akurat dan mendalam kepada masyarakat. “Liputan media juga telah membantu masyarakat dalam memahami proses pemilu dengan lebih baik,” tandas Gus Kikin.
PWNU Jawa Timur berharap semangat sinergitas ini akan terus berlanjut dalam mengakselerasi kemajuan bagi masyarakat Jawa Timur yang lebih baik di masa mendatang.
Pemilu serentak 2024 kembali mengukuhkan diri sebagai agenda kolosal demokrasi yang menjadikannya pemilu serentak satu hari terbesar di dunia dengan kerumitan teknis yang begitu luar biasa. Pemungutan suara dilaksanakan di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.277 kecamatan, 83.771 kelurahan/desa, dan 128 kantor perwakilan Republik Indonesia.
Terdapat 823.236 tempat pemungutan suara (TPS), dengan rincian 820.161 TPS dalam negeri dan 3.075 TPS luar negeri yang melayani total 204.807.222 orang dalam daftar pemilih tetap (DPT).
Pemilu serentak 2024 kembali mengukuhkan diri sebagai agenda kolosal demokrasi yang menjadikannya pemilu serentak satu hari terbesar di dunia dengan kerumitan teknis yang begitu luar biasa. Pemungutan suara dilaksanakan di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, 7.277 kecamatan, 83.771 kelurahan/desa, dan 128 kantor perwakilan Republik Indonesia.
Terdapat 823.236 tempat pemungutan suara (TPS), dengan rincian 820.161 TPS dalam negeri dan 3.075 TPS luar negeri yang melayani total 204.807.222 orang dalam daftar pemilih tetap (DPT).
[aje]






