Surabaya (beritajatim.com) – Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya menyayangkan kejadian gol bunuh diri Paulo Hendrique di babak pertama melawan Persita Tangerang, Jumat (23/2/2024)
Mantan pelatih Bhayangkara FC ini mengatakan jika secara mental Hendrique baik-bauk saja tapi menurutnya entah apa yang dilakukan sehingga melakukan gol bunuh diri disituasi bola mati.
“Saya sudah melihat bagaimana gol bunuh diri itu terjadi, gol tersebut merupakan gol kombinaai antara banyak pemain dan kiper. Tentu sangat disayangkan saat kejadian tersebut,” ungkap Munster.
Lebih lanjut dikatakan pelatih berusia 42 tahun ini, seharusnya ketika hal itu terjadi antisipasi dilakukan bukan justru melakukan hal itu. Beruntungnya di babak kedua dia berhasil mendapatkan peluang dan mncetak gol.
“Kami telah membicarakannya, secara mental ia sangat kuat. Beruntungnya di babak kedua ia terus maju melakukan serangan dan seharusnya dia tahu tugasnya apa karena dia seorang penyerang hasilnya dia bisa cetak gol,”imbuhnya.
Munster tentu tidak puas dengan hasil tersebut, dalam kurun waktu tiga pertandingan ditangani Munster perubahan memang terjadi. Tim Persebaya lepas dari sembilan kekalahan di tangan Munster, di antaranya melawan PSIS Semarang berakhir 1-1, Bhayangkara FC 2-0 dan Persita Tangerang 1-1. [way/beq]






