Lamongan (beritajatim.com) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tenaga pendidik daerah di kancah global. Muhammad Ali Alfian, seorang guru asal Kabupaten Lamongan, terpilih menjadi delegasi Indonesia dalam konferensi internasional bertajuk “Entrepreneurship in the Age of AI” yang digelar di Phuket, Thailand.
Konferensi bergengsi yang diselenggarakan oleh World Learning dengan dukungan hibah dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (U.S. State Department) ini menjadi ajang strategis bagi dunia pendidikan dan teknologi. Forum ini mempertemukan akademisi, pendidik, pelaku usaha, hingga pembuat kebijakan dari 20 negara di kawasan Indo-Pasifik, Amerika Serikat, dan Asia Timur.
Alfian bukan sekadar peserta biasa. Guru yang mengajar di SMK Negeri 1 Sambeng, Lamongan ini dikenal sebagai sosok inovatif yang sukses menjembatani pendidikan vokasi dengan kewirausahaan berbasis teknologi.
Selain mengajar, Alfian juga menjabat sebagai Founder dan CEO PT Solar Inovasi Persada. Startup teknologi energi ini terkenal dengan produk Solar Helmet—helm bertenaga surya yang lahir dari riset pembelajaran di kelas dan telah menyabet berbagai penghargaan nasional.
Alfian menjelaskan bahwa forum ini membedah masa depan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai akselerator transformasi sekolah dan UMKM di negara berkembang.
“Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana AI bisa diadaptasi secara kontekstual untuk pendidikan dan kewirausahaan, terutama di negara-negara Indo-Pasifik,” ujar Ali Alfian saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).
Dalam agenda tersebut, Alfian dipercaya tampil sebagai pembicara pada sesi Solutions Sprint: Practical Digital Tools and Case Studies. Ia memaparkan pengalaman praktisnya dalam mengintegrasikan AI sebagai “co-founder” bagi pendidik dan pelaku UMKM.
Pria asli Lamongan ini menyoroti peran AI dalam membantu guru dan siswa menyusun rencana bisnis, memahami riset pasar, hingga merancang strategi pemasaran yang efisien.
“AI hari ini bukan sekadar alat, tetapi mitra berpikir. Bagi guru dan UMKM, AI bisa menjadi katalis untuk mempercepat lahirnya inovasi dan wirausaha baru dari ruang kelas,” tegasnya.
Partisipasi Alfian turut memperkuat posisi Indonesia dalam diskusi global mengenai transformasi ekonomi digital. Forum ini juga menghasilkan rencana penyusunan white paper sebagai rekomendasi kebijakan kolaborasi antara Amerika Serikat dan negara-negara Indo-Pasifik dalam pengembangan pendidikan AI.
Alfian berharap, ilmu dan jejaring internasional yang didapatnya bisa segera diimplementasikan untuk kemajuan pendidikan di Tanah Air.
“Harapannya, dampak forum ini tidak berhenti di level internasional, tetapi bisa dirasakan langsung oleh guru, siswa, dan pelaku UMKM di daerah,” pungkasnya. [fak/beq]






