Sumenep (beritajatim.com) – MR, tersangka pencabulan siswa laki-laki di salah satu SMA Negeri di Sumenep, mengakui bahwa dirinya memiliki kelainan seksual sejak masih duduk di bangku kuliah.
“Sejak kuliah memang merasakan lain terhadap sesama laki-laki. Tapi setelah saya menikah dengan istri saya ini, saya merasa hidup normal. Entah mengapa belakangan ini, hasrat itu (bernafsu pada laki-laki) muncul kembali,” katanya di hadapan penyidik Polres, Selasa (14/02/2023).
Di hadapan penyidik, MR mengaku telah beberapa kali melakukan aksinya terhadap beberapa siswa di sekolah tempatnya mengajar.
Mendengar pengakuan itu, Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan segera melakukan pendalaman kasus tersebut.
“Kami akan terus mengembangkan kasus ini, karena tersangka mengaku ada korban-korban lain selain RMM. Kalau yang laporan resmi ke polisi memang hanya satu,” katanya.
MR merupakan seorang guru berjenis kelamin laki-laki, diduga telah melakukan tindak pidana pencabulan pada siswanya yang juga berjenis kelamin laki-laki, berinisial RMM. Guru tidak tetap (GTT) di salah satu SMA Negeri di Kota Sumenep itu saat ini telah ditahan di Polres Sumenep.
Kasus memalukan itu berawal ketika ponsel korban dirampas oleh pelaku karena ditemukan ada video tidak pantas. Setelah itu, pelaku meminta korban datang ke sekolah setelah Maghrib, untuk mengambil HP miliknya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”guru-cabul”]
Pelaku mengancam korban akan menyebarkan informasi bahwa korban menyimpan video dewasa di HP nya. Pelaku juga mengancam, korban akan dilaporkan dan dikeluarkan dari sekolah karena menyimpan video konten dewasa, kecuali apabila korban bersedia menuruti kemauan pelaku.
“Karena takut dengan ancaman pelaku, korban terpaksa menuruti kemauan pelaku. Di salah satu ruangan di sekolah itulah, pelaku kemudian mencabuli korban,” ungkap Widiarti.
Tersangka MR sendiri telah seorang memiliki istri. Dari pernikahannya, ia dikaruniai tiga orang anak. [tem/but]






