Surabaya (beritajatim.com) – Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) membagikan strategi mengatasi cemas menjelang Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026. Seleksi ini segera berlangsung pada 21 hingga 30 April mendatang.
Siswa mulai mematangkan kemampuan akademik menghadapi seleksi tersebut. Kesiapan mental menjadi faktor penentu kesuksesan selain penguasaan materi. Prof Dewi Retno Suminar menekankan pentingnya ketenangan dan keyakinan diri dalam menghadapi ujian.
Dewi menjelaskan indikator kesiapan psikologis terlihat dari cara siswa mengelola pikiran. Siswa yang siap cenderung tidak terjebak pemikiran berlebihan mengenai jenis soal yang akan muncul. Ketidaksiapan mental sering kali muncul dari kekhawatiran belum menghafal materi.
“Pikiran-pikiran tersebut menjadi tolak ukur ketidaksiapan mental dalam menghadapi ujian,” papar Dewi dikutip Sabtu (11/4/2026).
Penggunaan teknik self talking menjadi solusi meredam kecemasan. Berbicara pada diri sendiri dengan memberikan afirmasi positif mampu meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan. Hal ini membantu siswa lebih fokus pada proses yang sudah mereka lalui.
“Siswa akan menjadi lebih yakin ketika ia percaya dengan kemampuannya. Hal itu dapat membantu memberikan sugesti pada diri bahwa ia sudah siap,” ungkapnya.
Dukungan lingkungan terutama orang tua turut memengaruhi stabilitas emosi anak. Orang tua sebaiknya menghindari ucapan yang mengingatkan anak pada kelemahannya. Komunikasi positif memberikan ketenangan dan membuat anak semakin yakin dengan kapasitas dirinya.
“Sebaliknya, dukungan positif memberikan ketenangan bagi anak dan membuatnya semakin yakin dengan diri sendiri,” tambah Dewi.
Mekanisme perencanaan tetap diperlukan saat hasil latihan soal belum memuaskan. Evaluasi jujur terhadap kelemahan diri membantu siswa mencari solusi teknis. Siswa disarankan membaca soal secara berulang untuk memastikan pemahaman yang tepat.
“Lakukan proses evaluasi dengan jujur sesuai dengan kemampuan sehingga dapat mengetahui kelemahan diri masing-masing,” ujar Dewi.
Motivasi dapat terjaga melalui hal sederhana seperti menempelkan poster impian di dinding kamar. Gambar jurusan atau profesi idaman menjadi pengingat visual untuk tetap konsisten. Langkah ini efektif memelihara semangat selama masa persiapan yang melelahkan.
Kondisi fisik tidak boleh terabaikan akibat jadwal belajar yang padat. Pola makan, asupan vitamin, serta waktu istirahat memadai menjadi fondasi utama. Keseimbangan antara kesehatan raga dan kesiapan mental menjadi kunci keberhasilan menghadapi UTBK SNBT.
“Jangan lupa untuk menjaga pola makan, minum vitamin, menjaga kesehatan badan, dan tidur yang cukup,” pungkas Dewi. [ipl/but]






