Malang (beritajatim.com) – Fokus pengembangan kewirausahaan selama ini cenderung berpusat di perkotaan, namun potensi ekonomi desa memiliki peran penting dalam mencapai masa depan yang berkelanjutan. Tantangan muncul ketika banyak desa yang memiliki potensi, namun kesulitan mengembangkan kewirausahaan secara mandiri.
Prof. Dr. Agung Winarno, M.M., seorang ahli pendidikan kewirausahaan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malang (UM), mendorong pendekatan baru dalam membangun desa melalui semangat wirausaha.
“Banyak pihak yang telah memberikan perhatian pada perkembangan desa. Namun, hasil riset menunjukkan adanya kekurangan dalam penerapan model kewirausahaan. Memulai kewirausahaan harus dimulai dengan pembentukan karakter dan semangat, karena tanpa semangat wirausaha yang kuat, usaha lainnya akan menghadapi kesulitan,” ungkapnya, ditulis Kamis (3/8/2023).
Prof. Agung Winarno baru-baru ini diangkat sebagai guru besar dalam bidang pendidikan kewirausahaan oleh UM. Dalam pidato pengangkatannya dengan judul ‘Memperkuat Ekonomi Pedesaan Melalui Ruralpreneurship: Pendekatan Baru dalam Pendidikan Kewirausahaan’, beliau menyampaikan urgensi membangun semangat kewirausahaan di tingkat desa.
BACA JUGA:
Guru Besar UM Malang: Masyarakat Jawa Miliki Aporisma ‘Weruh Sadurunge Winarah’
Berdasarkan penelitian, Prof. Agung mengemukakan bahwa membangun karakter wirausaha di setiap desa memiliki aspek yang berbeda-beda. Penelitian di berbagai wilayah pedesaan menunjukkan bahwa kesuksesan kewirausahaan di desa berkaitan dengan 6 komponen kunci, yakni budaya lokal, sistem kelembagaan, peran tokoh pionir, sumber daya alam, Teknologi Tepat Guna (TTG), dan infrastruktur.
“Penelitian saya menunjukkan bahwa dalam wilayah Kabupaten Malang, semua komponen ini berperan penting dalam membentuk kesuksesan pembangunan kewirausahaan pedesaan,” kata dia.
Namun, upaya membangun kewirausahaan di desa sering menghadapi hambatan karena pendekatan pendidikan yang belum tepat. Oleh karena itu, Prof. Agung mendorong pendekatan baru dalam pendidikan Ruralpreneurship.
“Solusi-solusi pendidikan Ruralpreneurship yang efektif melibatkan empat model utama, yaitu pendidikan Berbasis Nilai, Peningkatan Keterampilan dan Pengetahuan, Pemanfaatan Proses Bisnis, serta Kolaborasi dan Kelompok Usaha,” ucap Agung.
BACA JUGA:
Jadwal Lengkap Bayar UKT, SPSA, dan Registrasi UM Malang
Pendekatan inovatif dalam pendidikan kewirausahaan di pedesaan harus mampu menggabungkan keempat model tersebut, dengan mempertimbangkan situasi nyata di desa, seperti potensi sumber daya alam, kepemimpinan masyarakat, kelembagaan sosial, dan infrastruktur yang ada. Ruralpreneurship merupakan upaya untuk mengembangkan semangat wirausaha di desa, yang menawarkan pendekatan baru untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat pedesaan.
“Kami berkomitmen untuk mendukung dan menerapkan pendekatan pendidikan ruralpreneurial yang inovatif ini, guna memperkuat ekonomi mandiri di pedesaan dan membentuk masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat desa di Indonesia,” tambah Prof. Agung Winarno.
Prof. Agung Winarno menjadi salah satu dari lima profesor yang baru saja dikukuhkan, termasuk Prof. Dr. Yuni Pratiwi, M.Pd., Prof. Dr. Murni Sapta Sari, M.Si., Prof. Dr. Tuwoso. M.P.., serta Prof. Aji Prasetya Wibawa, S.T., M.MT., Ph.D. Acara pengukuhan berlangsung di Aula GKB A19 Lantai 9 UM pada Kamis (3/8/2023). [dan/beq]






