Malang (beritajatim.com) – Universitas Negeri Malang atau UM pada tahun ajaran 2023/2024 akan menambah daya tampung pada penerimaan mahasiswa baru. Hal tersebut dikatakan Kepala Direktorat Pendidikan, Prof. Dr. Suyono, M.Pd.
“Kabar baiknya, daya tampung UM mengalami kenaikan. Ada penambahan sekitar kurang lebih 300 maba untuk tahun 2023,” terang Prof Suyono, Rabu (22/2/2023).
Meski begitu, secara umum pola penerimaan mahasiswa baru (maba) masih sama seperti tahun 2022. Persentase kuota juga masih sama seperti tahun sebelumnya. Kuota prestasi minimal yaitu 20%, kuota berbasis tes minimal 30%, dam untuk jalur mandiri maksimal sebesar 50 %.
[berita-terkait number=”5″ tag=”UM”]
Terpisah, Kepala Sub Direktorat Seleksi, Direktorat Pendidikan UM, Dr. Rizky Firmansyah S.E., M.SA, menjelaskan bahwa tahun 2023, UM akan meningkatkan daya tampung penerimaan maba. Ada tiga skema masuk UM yang ditawarkan yaitu jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), dan jalur Mandiri.

“SNBP UM kuotanya 25%. Ini memberik peluang lebih pada lulusan SMA untuk menjadi mahasiswa UM. Untuk kuota SNBT lebih besar lagi, yaitu mencapai 30%. Selain itu, kami masih membuka peluang apabila tak lolos pada dua jalur tersebut yaitu lewat jalur Mandiri,” jelas Kepala Sub Direktorat Seleksi UM tersebut
Rizky, sapaanya menerangkan jika jalur Mandiri UM tahun 2023 terdiri atas empat skema. Skema pertama melalui prestasi yang menjaring calon mahasiswa berprestasi dari seluruh siswa di Indonesia. Prestasi bisa berupa juara di ajang tingkat internasional maupun nasional.
“Syaratnya calon mahasiswa yang bersangkutan harus pernah meraih juara 1, 2 atau 3. Kemudian Jalur Mandiri kedua, melalui skema skor UTBK. Ini bagi siswa yang sudah mengikuti SNBT jika skor rankingnya memenuhi, bisa masuk, dengan catatan memenuhi daya tampung,” sambung Rizky.
Skema ketiga lewat jalur mandiri, yaitu Tes Mandiri Berbasis komputer (TMBK). Tes mandiri merupakan seleksi internal UM, untuk tahun 2023 ini tidak dibatasi tahun kelulusan. Padahal di tahun sebelumnya, yang diperbolehkan terbatas harus lulus tiga tahun terakhir.
Kemudian jalur keempat adalah jalur kemitraan. Utamanya yang memberi jaminan pembiayaan berupa dana pendidikan. Baik perusahaan atau dari Pemerintah Daerah.
“Selain jalur penerimaan, daya tampung awal keseluruhan UM tahun 2023 ini yaitu sebanyak 10.525 mahasiswa baru. Rinciannya, daya tampung S1 dan program Diploma sebanyak ada sekitar 8.730. Itu terbagi dari S1 sejumlah 8.080 ditambah 650 khusus untuk Diploma. Sementara untuk daya tampung SNBP tahun ini sejumlah 2.186,” katanya.
Perubahan lainnya untuk tahun 2023 pada pilihan Program Studi, siswa bisa bebas dari jurusan apapun. Jurusan yang IPA dapat mendaftar pada Prodi ilmu sosial, begitupun sebaliknya, siswa yang dulu SMA jurusan IPS bisa memilih Prodi ilmu Sains. (dan/kun)






