Malang (beritajatim.com) – Guru besar UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si., mengkaji tentang peran statistika dalam mitigasi bencana di Indonesia. Dalam pidato pengukuhannya, ia menjelaskan bahwa statistika menjadi salah satu ilmu yang berperan penting dalam penyediaan data kebencanaan di Indonesia.
“Validitas dan reliabilitas statistika teruji berbasis data yang real time sehingga dapat digunakan dasar kebijakan pemerintah. Melalui data yang real time pemerintah dapat memberikan edukasi dan informasi mitigasi bencana melalui perubahan pola perilaku masyarakat dalam kesiapannya menghadapi bencana,” ujar guru besar bidang statistika UIN Malang ini, Rabu 4 Oktober 2023.
Menurut World Risk Report tahun 2020, kata Prof Harini, Indonesia menduduki peringkat ke-37 dari 180 negara paling rentan bencana dengan angka indeks bencana 10,58. Hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa di Wilayah Indonesia dalam setahun terjadi gempa bumi tektonik rata-rata sebanyak 6.298 kali atau dalam sebulan rata-rata sebanyak 524 kali.
Angka tersebut menjadikan Indonesia termasuk negara yang berisiko tinggi mengalami bencana. Kejadian bencana tidak lepas dari letak geografis Indonesia berada di peta bencana, berada di atas tiga lempeng tektonik dunia, jalur cincin api pasifik, jalur gempa Alphide yang merupakan salah satu jalur gempa paling aktif di dunia mengharuskan kita harus selalu siap kapan bencana itu terjadi.
BACA JUGA:
Fenomena Suhu Panas di Indonesia: Penyebab dan Dampaknya
Membicarakan Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) secara tidak langsung telah menjadikan statistika sebagai bagian sumber informasi kebencanaan yang efektif, valid, reliabel dan mampu meminimalkan error. “Ilmu statistika dapat memodelkan, memprediksi dan meramalkan kejadian bencana yang akan terjadi secara akurat,” ujarnya.
Data statistik juga dapat digunakan sebagai bagian dari mitigasi bencana di Indonesia untuk mengurangi kerugian dan korban jiwa yang diakibatkan dari bencana tersebut. Statistika juga dapat digunakan sebagai alat untuk memudahkan menyajikan informasi melalui tabulasi data yang ringkas, sederhana dan mudah dipahami oleh semua lapisan masyarakat.
Statistik juga dapat digunakan untuk sistem peringatan dini. Menurut Prof Sri Hariani, statistika bahkan mampu memprediksi kesiapan pemerintah pusat dan daerah dalam mengantisipasi potensi besar bencana dan penanganan pascabencana yang lebih terkoordinasi.
BACA JUGA:
BMKG Rilis 10 Wilayah Terpanas di Indonesia Awal Oktober, Surabaya Salah Satunya
“Ilmu statistika dapat mengurangi jumlah korban dan dampak sosial yang mengancam keselamatan masyarakat. Dengan data yang akurat dan valid pemerintah dapat menyiapkan dan mengalokasikan penganggaran berbasis mitigasi bencana dan perencanaan kebijakan berbasis manajemen risiko,” ujar guru besar Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang tersebut.
Sebagai informasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang baru saja mengukuhkan Prof. Dr. Hj. Sri Harini, M.Si dan Prof. Dr. Achmad Khudori Soleh, M.Ag bidang ilmu filsafat islam dari Fakultas Psikologi. Keduanya dikukuhkan pada Rabu 4 Oktober 2023 di aula rektorat lantai 5 UIN Malang. [dan/but]






