Pamekasan (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Pamekasan, mulai memanaskan mesin menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak, pada 27 November 2024 mendatang.
Hal tersebut dilakukan melalui Konsolidasi Pemenangan Pasangan Calon Fattah Jasin dan Mujahid Anshori (Tauhid) yang digelar di Kantor DPD Golkar Pamekasan, Jl KH Agus Salim 20 Pamekasan, Sabtu (7/9/2024) kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, tampak hadir sejumlah fungsionaris partai politik (parpol) berlogo Pohon Beringin, baik dari tingkat kabupaten maupun ranting. Termasuk juga hadir Paslon Tauhid beserta perwakilan partai politik (parpol) koalisi.
Bahkan sebelum memulai kegiatan konsolidasi, mereka juga melaksanakan kegiatan sosial berupa santunan bagi 40 anak yatim. Tentunya sebagai upaya mengharapkan berkah dari puluhan anak yatim di wilayah setempat.
“Konsolidasi ini sebagai upaya mempererat jalinan silaturahmi, serta menyatukan entitas dan tekat kita bersama mengantarkan pasangan Tauhid sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan, Periode 2024-2029,” kata Ketua DPD Golkar Pamekasan, Rize Ikhwan Muttaqin, Minggu (8/9/2024).
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berharap Paslon Tauhid menjadi pasangan yang berkah dan dapat menjadi pasangan terbaik memimpin Pamekasan. “Dari itu kami mengajak semua kader, pendukung dan simpatisan untuk menyatukan tekad memenangkan Paslon Tauhid di Pilkada mendatang,” ungkapnya.
“Jauh sebelum ini, kami sudah melakukan penjaringan ketat terhadap figur yang tepat. Hal itu juga berlaku untuk semua lapisan masyarakat, termasuk kader sendiri. Hasilnya Fattah Jasin dianggap layak dan mendapatkan rekomendasi dari Golkar,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga cukup optimistis dengan semangat yang ditunjukkan kader, pendukung maupun simpatisan. “Jadi konsolidasi ini dalam rangka pemenangan Paslon TAUHID dengan semangat menyala,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Paslon TAUHID didukung 10 parpol berbeda pada pelaksanaan pilkada mendatang, meliputi lima parpol parleman, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Gerindra, Golkar, PKB, PKS, serta lima parpol non parlemen, yakni Partai Buruh, Garuda, PKN, PSI dan Partai Umat. [pin/but]






