Madrid (beritajatim.com) – Dalam laga penuh tekanan di Santiago Bernabéu, Real Madrid menunjukkan mental juara mereka. Tertinggal lebih dulu, dihantui bayang-bayang kegagalan, dan nyaris menyaksikan Barcelona berpesta di pekan ini, Madrid justru bangkit dan mencetak gol kemenangan dramatis di masa injury time.
Gol dari Jacobo Ramón di menit ke-90+5 menjadi penentu, sekaligus memperpanjang nafas terakhir Los Blancos dalam perebutan gelar La Liga 2024-2025.
Laga baru berjalan 11 menit ketika Martin Valjent mengejutkan publik tuan rumah. Bek Mallorca itu memanfaatkan kelengahan lini belakang Madrid dan mengarahkan tembakan kaki kiri ke pojok gawang Courtois. Bernabéu hening, sementara sinyal bahaya untuk Real semakin nyata.
Madrid membombardir pertahanan Mallorca. Peluang datang bertubi-tubi — Jude Bellingham, Kylian Mbappé, Luka Modrić, dan Endrick semua mencoba peruntungan. Tapi Leo Román menjadi tembok tak tergoyahkan. Kiper Mallorca itu tampil fenomenal, mencatat sedikitnya 6 penyelamatan penting di babak pertama.
Masuk babak kedua, Madrid tidak mengendurkan serangan. Dan akhirnya, pada menit ke-68, harapan itu muncul. Kylian Mbappé, dengan kelincahan dan penyelesaiannya yang khas, menari di antara tiga pemain Mallorca dan melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang. Skor imbang 1-1. Ini adalah gol ke-28 Mbappé di La Liga musim ini.
Namun, waktu terus berjalan. Barcelona hanya tinggal menunggu hasil imbang ini untuk merayakan gelar. Detik demi detik berlalu, dan seisi Bernabéu dipenuhi ketegangan.
Hingga menit ke-90+5, drama itu mencapai klimaksnya. Jacobo Ramón, pemain muda yang masuk dari bangku cadangan, memanfaatkan umpan Jesús Vallejo dan melepaskan tembakan yang membobol gawang Leo Román. Gol! Stadion meledak. Skor 2-1 untuk Real Madrid, dan harapan tetap hidup.
Dengan kemenangan ini, Real Madrid masih menempel Barcelona di klasemen, walau tetap di posisi kedua. Gelar La Liga kini akan ditentukan dalam dua laga terakhir, tergantung hasil laga Barcelona kontra Espanyol pada Kamis mendatang.
Madrid butuh keajaiban. Tapi malam ini, mereka sudah menunjukkan bahwa menyerah bukan pilihan. [ian]






