Jember (beritajatim.com) – Gerak jalan 30 Km Tanggul-Jember Tradisional (Tajemtra) tahun ini akan memiliki nuansa berbeda. Digelar setahun jelang pemilu, Tajemtra akan mengusung tema khusus tentang pesta demokrasi lima tahunan.
“Mendekati kontestasi pemilu, gerak jalan Tanggul-Jember tematik politik. Jadi seluruh pasang anggota (dan calon) legislatif sepanjang Tanggul-Jember. Saya kasih (ajakan) semua harus coblos dan ikut (hadir dalam pemungutan suara),” kata Bupati Hendy Siswanto, ditulis Senin (23/1/2023).
Kenapa ada tema politik dan pemilu? “Ini pesta. Selama ini keikutsertaan (warga untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu) maksimal 59 persen. Saya sangat berharap mereka ikut. Politik itu indah. Suatu hal yang bagus, dan itu (hak untuk memilih) adalah hak mereka,” kata Hendy.
Pemilu disebut pesta demokrasi. “Pesta harus senang, harus bahagia, dalam kemasan regulasi. Pemerintah membuka setransparan mungkin, semudah mungkin, mencoblos dengan senyum dan yang dipilih senang. Tidak ada pikiran aneh-aneh,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Jember”]
Hendy menyiapkan 400 titik untuk baliho caleg sepanjang 30Km Tanggul-Jember. “Silakan tempel baliho-baliho di situ. Komisi Pemilihan Umum sudah saya ajak. Desember nanti ada event Tanggul-Jember, targetnya 30 ribu peserta,” katanya.
Hendy ingin mengajak warga tak alergi terhadap politik. “Ayo berpolitik bersama-sama, ayo berpartisipasi. Pilih calon legislatif, pilih presiden Anda,” katanya.
Sebelumnya, saat peresmian kantor Bawaslu Jember, Hendy memasang target peningkatan partisipasi pemilih hingga 70 persen. “Bahkan 80 persen. Kalau mereka hadir (di tempat pemungutan suara), mereka akan merasa ikut memiliki negeri ini,” katanya. [wir]






