Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan mengadakan workshop pengembangan konten digital untuk para guru penggerak dari jenjang TK hingga SMP, baik negeri maupun swasta. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Kamis (15/8/2024) hingga Jumat (16/8/2024) di Aula Ki Hajar Dewantara, dan diikuti oleh 100 guru penggerak.
Dengan tema “Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran untuk Peserta Didik,” workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Anang Kurniawan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi.
“Kegiatan ini adalah wujud komitmen Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program-program inovatif yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional, khususnya program Merdeka Belajar,” kata Anang.
Para peserta workshop dibekali dengan strategi inovatif dalam mengajar, penerapan aplikasi pembelajaran, dan praktik pembelajaran langsung oleh narasumber. Anang menambahkan bahwa teknologi membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efisien dan fleksibel, yang pada akhirnya memaksimalkan potensi guru dalam mendukung pembelajaran yang lebih baik.
Penguatan Peran Guru Penggerak melalui Program PESILAT
Selain workshop ini, Dinas Pendidikan Kota Kediri juga mendukung program Penggerak Literasi, Leadership, Aplikasi, dan Teknologi (PESILAT) yang diluncurkan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru sekaligus memperkuat kolaborasi di antara para pendidik.
“Dengan adanya program PESILAT, kami berharap seluruh pendidik dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk terus berinovasi dan mendukung pendidikan berkualitas serta program Merdeka Belajar,” tambah Anang.
Antusiasme Guru Penggerak dalam Menerapkan Teknologi
Samsul Huda, Kepala Sekolah SDN Blabak 2 dan guru penggerak angkatan 8, mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan Kota Kediri terhadap pengembangan kompetensi guru. Ia menyatakan bahwa teknologi telah menjadi bagian penting dalam metode pembelajaran di sekolahnya, terutama sejak penerapan Kurikulum Merdeka.
“Sejak pembelajaran Kurikulum Merdeka, kami sudah memanfaatkan teknologi sebagai bahan pembelajaran. Beberapa guru juga memiliki motivasi tinggi untuk terus mengasah kemampuan dalam pemanfaatan teknologi,” ujar Samsul.
Dengan dukungan fasilitas yang memadai, seperti LCD, laptop, dan bantuan 15 chrome book dari Dinas Pendidikan pada tahun 2023, sekolahnya semakin siap untuk memajukan dunia pendidikan di Kota Kediri.
“Kami sangat bersemangat untuk maju bersama mengembangkan dunia pendidikan, khususnya di Kota Kediri,” tutup Samsul. [nm/ian]






