Surabaya (beritajatim.com) – Dalam era politik yang semakin dinamis, ideologi agama tidak lagi menjadi daya tarik yang efektif untuk meraih dukungan dari pemilih pemula. Partai politik dihadapkan pada tuntutan untuk beradaptasi dengan perubahan ini.
Menjelang Pemilu 2024, pola komposisi pemilih akan mengalami pergeseran. Gen Z dan Milenial, yang mewakili kelompok usia muda, diprediksi akan memainkan peran penting dalam proses tersebut. Dalam sebuah estimasi, kelompok ini menyumbang sekitar 60 persen dari jumlah suara dalam pemilihan nanti.
Profesor Akhmad Muzakki, Rektor UINSA Surabaya, menekankan pentingnya perubahan pendekatan bagi partai politik dalam merebut hati pemilih pemula. Menurutnya, saat ini partai politik harus memusatkan perhatian pada program-program yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan.
“Dalam dunia politik modern, penjualan ideologi agama tidak lagi efektif. Ideologi yang relevan sekarang adalah ideologi kesejahteraan, bukan ideologi agama,” kata Prof. Zakki, Minggu, 13 Agustus 2023.
BACA JUGA:
Jelang Diskusi Pemilu 2024, Mahfud MD Bagikan Momen bareng Khofifah di Media Sosial
Sebagai seorang ahli dalam bidang sosiologi pendidikan, Prof. Zakki menjelaskan bahwa generasi saat ini tidak merasakan masa lalu, seperti masa penjajahan dan sebagainya. Generasi ini lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan dan masa depan yang lebih cerah.
“Generasi sekarang memiliki pandangan positif tentang masa depan. Pada tahun 2024, partai politik atau politisi yang mampu memberikan jaminan peningkatan kesejahteraan akan mendapatkan dukungan mereka,” tambahnya.
Keberhasilan partai politik dalam meraih dukungan pemilih pemula juga ditentukan oleh kemampuan mereka untuk memahami kepentingan dan keinginan generasi ini. Pendekatan politik yang mengkapitalisasi perbedaan keyakinan tidak lagi efektif dan bisa merugikan dalam upaya meraih simpati.
BACA JUGA:
Mayoritas Warga Surabaya Belum Punya Pilihan di Pemilu 2024
Prof. Zakki menekankan bahwa metode pemasaran program-program kepada pemilih pemula juga harus diubah. Media konvensional tidak lagi menjadi media pilihan, mengingat generasi sekarang lebih akrab dengan media digital yang lebih sesuai dengan gaya hidup mereka.
“Untuk mendapatkan dukungan pemilih pemula, penting bagi partai politik untuk memanfaatkan media digital yang lebih terjangkau dan relevan dengan gaya hidup generasi ini,” ungkap Prof. Zakki.
Dengan beradaptasi pada perubahan ini, partai politik dan politisi memiliki peluang untuk mendapatkan dukungan dari sekitar 60 persen suara yang berasal dari pemilih pemula. Dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan dan pendekatan yang tepat, Pemilu 2024 bisa menjadi ajang keberhasilan politik yang lebih besar. [ipl/suf]






