Blitar (beritajatim.com) – Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 Magnitudo yang berpusat di Pacitan mengakibatkan sebuah bangunan tua di Jalan Mastrip, Kota Blitar roboh dan menimpa area Kafe D’Capitol pada Kamis malam. Personel BPBD Kota Blitar segera melakukan asesmen serta pembersihan material di lokasi terdampak guna memastikan keamanan warga di sekitar area tersebut.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, mengonfirmasi bahwa material bangunan tua yang telah lama kosong tersebut ambruk karena tidak kuat menahan guncangan hebat. Tim reaksi cepat langsung diterjunkan ke lokasi untuk memetakan dampak kerusakan lebih lanjut yang mungkin terjadi di wilayah Kota Blitar.
“Tadi malam kita ketahui ada gempa, berdasarkan BMKG pusatnya di Pacitan. Di Kota Blitar terdapat satu laporan bangunan roboh dan menimpa kafe. Bangunan tersebut memang merupakan bangunan tua yang sudah lama kosong,” ujar Agus Suherli pada Jumat (6/2/2026). Pernyataan resmi ini menegaskan bahwa faktor usia bangunan menjadi penyebab utama robohnya struktur tersebut saat guncangan gempa berlangsung.
Meskipun material bangunan yang cukup masif menimpa area tempat usaha, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kondisi bangunan yang sudah lama tidak berpenghuni tersebut meminimalisir risiko jatuhnya korban bagi warga yang beraktivitas di sekitarnya.
Pihak terkait saat ini masih melakukan asesmen mendalam untuk menentukan total nilai kerugian materiil yang dialami oleh pemilik usaha kafe terdampak. “Kerugian masih dalam penghitungan. Fokus kami saat ini adalah memastikan lokasi kembali aman,” tegas Agus terkait prioritas utama penanganan personel di lapangan.
Personel BPBD bersama warga setempat telah dikerahkan ke lokasi sejak pagi hari untuk melakukan pembersihan material reruntuhan secara gotong royong. Langkah percepatan ini diambil agar area kafe yang terdampak bisa segera beroperasi kembali dan tidak lagi membahayakan masyarakat yang melintas.
Petugas BPBD terus mengimbau warga Kota Blitar untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin saja terjadi. Masyarakat juga diminta memeriksa kembali kekuatan struktur bangunan, terutama bagi para pemilik bangunan tua atau objek cagar budaya di kawasan perkotaan. [owi/beq]






