Bondowoso (beritajatim.com) – Tim Damkar Satpol PP Bondowoso mengevakuasi seekor musang liar yang bersembunyi di dalam kamar mandi warga Desa Jurang Sapi, Kecamatan Tapen, pada Senin (2/3/2026) dini hari. Aksi penyelamatan ini dilakukan setelah pemilik rumah terkejut menemukan hewan tersebut saat hendak bersiap menyantap hidangan sahur.
Kepala Satpol PP dan Damkar Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat sekitar pukul 03.30 WIB. Pemilik rumah, Perta Bagus, melaporkan adanya gangguan hewan liar yang bersembunyi di dalam toilet rumahnya.
“Iya benar, kami menerima laporan dari Pak Perta Bagus, pemilik rumah. Katanya ada musang yang bersembunyi di dalam kamar mandi dan sudah cukup lama mengganggu. Keluarga khawatir hewan tersebut akan membahayakan, apalagi saat mereka hendak bersiap sahur,” ujar Aries Agung Sungkowo.
Keberadaan musang tersebut sebenarnya sudah mulai terendus oleh anak pemilik rumah sejak Minggu malam melalui suara-suara aneh dari arah belakang. Namun, gangguan tersebut awalnya hanya dianggap sebagai suara tikus biasa hingga suara gemerisik semakin mengeras saat waktu sahur tiba.
Keluarga yang penasaran kemudian mencoba mengintip melalui jendela kamar mandi untuk memastikan sumber suara yang mencurigakan tersebut. Mereka terkejut melihat seekor musang liar sudah berada di area toilet dan bergerak bebas di dalam ruangan.
“Anaknya sudah dengar dari malam, dikira suara tikus atau apalah. Pas mau sahur, suaranya makin keras, dicek dari jendela ternyata sudah ada musang di dalam,” terang Aries.
Petugas Damkar segera meluncur ke lokasi kejadian setelah menerima laporan untuk melakukan tindakan penyelamatan darurat. Proses evakuasi berlangsung cepat tanpa merusak fasilitas kamar mandi maupun mencederai hewan liar tersebut.
“Petugas kami datang, langsung melakukan evakuasi. Musangnya berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti,” kelakarnya.
Aries Agung Sungkowo mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa sudut-sudut rumah yang jarang terjamah guna mencegah masuknya hewan liar. Ia menekankan pentingnya menutup celah-celah bangunan agar tidak menjadi tempat persembunyian satwa yang berpotensi membahayakan penghuni.
“Jika menemukan hewan yang membahayakan atau mengganggu, mohon hubungi damkar,” imbaunya. [awi/beq]






