Ringkasan Berita:
- Pemkab Magetan mematangkan rencana mengaktifkan kembali Gedung Mahendra yang berada di kawasan Pasar Baru Magetan.
- Sejumlah investor menyatakan minat menyewa dan mengelola kembali gedung yang dahulu difungsikan sebagai bioskop.
- Pemkab akan melakukan appraisal aset sebelum menentukan nilai sewa dan skema kerja sama.
- Penambahan studio bioskop serta penataan akses dengan Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi fokus pembahasan.
Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mulai mematangkan rencana mengaktifkan kembali Gedung Mahendra di kawasan Pasar Baru Magetan yang selama ini tidak beroperasi. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul ketertarikan sejumlah investor untuk menyewa dan mengelola kembali bangunan yang dahulu dikenal sebagai bioskop di Kota Magetan.
Reaktivasi Gedung Mahendra menjadi salah satu strategi Pemkab Magetan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain menambah pemasukan daerah, pengoperasian kembali gedung tersebut juga diharapkan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi di kawasan pusat kota.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan, Kiki Indriyani, mengatakan Bupati Magetan bersama jajaran terkait telah meninjau langsung kondisi Gedung Mahendra pada awal Juni 2026.
“Memang betul tanggal 1 kemarin kami bersama Bupati Magetan meninjau lokasi yang rencananya akan diaktifkan kembali. Ada beberapa investor yang tertarik untuk mengoperasikan lagi gedung tersebut,” ujar Kiki.
Hasil peninjauan menunjukkan kondisi bangunan masih dinilai representatif untuk kembali dimanfaatkan. Namun, sebelum proses penyewaan dilakukan, Pemkab Magetan akan melaksanakan penilaian aset (appraisal) guna menentukan nilai sewa yang sesuai dengan kondisi fisik dan nilai ekonominya.
“Gedung itu masih sangat representatif untuk disewakan. Namun sebelumnya akan dilakukan penilaian atau appraisal oleh bidang aset,” katanya.
Selain membahas skema penyewaan, pemerintah daerah juga berdiskusi dengan calon investor mengenai kebutuhan teknis operasional gedung. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penambahan ruang studio bioskop.
Saat ini Gedung Mahendra baru memiliki satu studio yang siap digunakan. Sementara itu, investor menginginkan dua studio agar operasional lebih optimal dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
“Investor yang akan masuk menginginkan dua ruang studio, sedangkan yang siap saat ini baru satu. Pengembangannya seperti apa masih kami kaji dan pelajari,” jelasnya.
Pemkab Magetan juga tengah mengevaluasi sistem akses keluar-masuk Gedung Mahendra yang saat ini masih menggunakan jalur yang sama dengan Mal Pelayanan Publik (MPP). Penataan akses dinilai penting agar aktivitas pelayanan publik tetap berjalan lancar ketika gedung kembali beroperasi.
“Ini nanti akan segera dirapatkan oleh Pak Sekda supaya saling mendukung dan tidak saling merugikan. Saat ini akses masuk ke bioskop dan ke MPP masih satu pintu,” ungkap Kiki.
Menurutnya, keberadaan MPP yang setiap hari melayani masyarakat membuat aspek keamanan dan kenyamanan harus menjadi perhatian utama. Karena itu, jalur menuju Gedung Mahendra dan MPP direncanakan dipisahkan tanpa mengurangi keterpaduan kawasan.
“Di MPP banyak peralatan komputerisasi dan fasilitas pelayanan yang harus dijaga. Nanti aksesnya akan ditata ulang agar terpisah, tetapi tetap bisa saling mendukung,” ujarnya.
Pemkab Magetan menilai pengoperasian kembali Gedung Mahendra berpotensi memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Kehadiran kembali fasilitas hiburan di pusat kota diperkirakan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat, membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta menggerakkan sektor perdagangan dan jasa di sekitar Pasar Baru Magetan.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan seluruh aspek administratif dan teknis harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum operasional dimulai. Pembahasan mengenai penambahan studio, penataan akses kendaraan, hingga integrasi kawasan dengan MPP masih terus dilakukan bersama investor dan perangkat daerah terkait.
“Investor masuk tentu kami sambut untuk kemajuan Magetan dan peningkatan PAD. Yang sedang kami persiapkan sekarang adalah kebutuhan studio, akses masuk dan keluar, serta penyesuaian dengan MPP sambil menunggu operasional dari pihak investor,” pungkas Kiki. [fiq/beq]






