Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Pondok Gontor Ponorogo Rilis Lagu Santri Saintis, Ini Maknanya

Video klip lagu santri saintis merupakan situasi katastropi fiksional di masa depan. (Foto/Humas PMDG)

Ponorogo (beritajatim.com) – Santri-santri Pondok Modern Darusalam Gontor (PMDG) tak lelah menelurkan prestasi di bidang tarik suara. Lagu demi lagu telah dirilis di kanal youtube pondok gontortv. Yang terbaru, merilis lagu yang berjudul santri saintis.

Dari press release yang diterima oleh beritajatim.com, lagu dengan judul santri saintis adalah sebuah lagu yang terinspirasi dari ungkapan yang sering disampaikan oleh pendiri  Pondok Gontor. Yakni “Jadilah ulama yang intelek, bukan sekedar intelek yang tahu agama.”

Kenapa santri saintis? Sebab lagu ini diinisiasi oleh seorang santri yang tergabung dalam Exact Club. Exact Club merupakan sebuah klub kegiatan ekstrakurikuler santri yang memiliki aktivitas melakukan berbagai eksperimen fisika, kimia, elektronika dan biologi di laboratorium KMI Gontor.

“Lagu tersebut kemudian disempurnakan oleh beberapa asatidz dan diperkaya juga dengan salah satu baitnya yang berbahasa Inggris,” kata Humas Pondok Modern Darussalam Gontor, Ustaz Taufik Affandi, Jumat (1/10/2021).

Secara umum, lagu ini bercerita tentang santri yang mampu menyeimbangkan antara ilmu agama dan ilmu sains. Video klip lagu ini menceritakan sebuah situasi katastropi fiksional di masa depan.

Dimana dengan seizin Allah, dapat diatasi oleh tiga orang santri yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Selama di pondok, mereka mempelajari karya-karya Avicenna (Ibn Sina), salah satunya adalah the Canon (Al-Qanuun fi at-Tibb) dan karya Averroes (Ibn Rusyd).

Dengan lagu santri saintis ini, Ustaz Taufik menyebut bahwa tim produksi berharap bahwa karya ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh seluruh santri pondok pesantren di Indonesia. Selain itu juga bagi masyarakat dunia, bahwa pendidikan yang berbasis nilai dapat menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan dunia yang lebih indah.

Lagu santri saintis ini pun mengingatkan pada jawaban Pendiri Gontor atas sebuah pertanyaan. Beliau ditanya, “Di Gontor, berapa persen pelajaran agama, dan berapa persen pelajaran umum?” Dan beliau menjawab, “Di Gontor, 100% pelajaran agama dan 100% pelajaran umum.” (end/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar