Lamongan (beritajatim.com) – Tak hanya tersohor dengan kuliner soto, nasi boran maupun tahu campurnya yang khas, Lamongan masih memiliki beragam kuliner yang sangat mengugah selera. Bahkan, tiap wilayah memiliki kuliner khas yang dapat menjadi potensi unggulan.
Oleh karenanya, guna menonjolkan dan mempromosikan potensi yang dimiliki itu, berbagai strategi dan cara unik ditempuh. Hal ini seperti yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Lamongan.
Masyarakat di desa tersebut mempromosikan potensi kuliner dan hasil kerajinan dengan cara menggelar Festival Sego Muduk dan Sendangagung Batik Carnival, yang dibuka langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, di Lapangan Watungkal Edupark Sendangagung, Kamis (27/10/2022).
Adapun kuliner khas yang hanya bisa ditemukan di wilayah pantura, utamanya Desa Sendangagung dan Desa Sendangduwur Kecamatan Paciran ini adalah nasi muduk, yakni nasi yang dicampur rempah dengan warna agak kekuningan dan memiliki cita rasa legit, gurih dan pedas.

Nasi muduk dilengkapi dengan urap latoh berbahan dasar rumput laut dan oseng peda yang dipadukan dengan rempah-rempah, sehingga menambah lezat dan gurihnya nasi muduk khas pantura Lamongan.
Tak cukup itu, nasi muduk juga dikelilingi dengan berbagai lauk pauk hasil sari laut pantura, seperti ikan pindang, ikan asin, cumi hitam, penyek udang lengkap beserta sambal yang dibuat dari bawang merah, bawang putih, cabai rawit dan bawang daun yang semua bahannya diiris dan ditumis.
Sedangkan untuk Sendangagung Batik Carnival, kegiatan ini menampilkan mahakarya beragam motif khas batik Sendang yang dibalut dalam parade busana yang diikuti oleh masing-masing RT di Desa Sendangagung.

Merespon antusiasme masyarakat yang hadir dalam festival tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengaku bangga. Pihaknya juga berharap, melalui gelaran festival ini nantinya dapat menunjukkan kepada dunia bahwa Desa Sendangagung memiliki peradaban yang luar biasa.
“Luar biasa, bangga, terharu bisa menghadiri Festival Sego Muduk dan Sendangagung Batik Carnival. Melalui gelaran ini kita kenalkan kepada dunia bahwa di sini ada Sego Muduk dan Batik Watungkal, batik motif baru hasil karya masyarakat Sendangagung. Untuk itu kita tunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa di Sendangagung ini ada peradaban yang luar biasa, baik kulinernya, seni batiknya dan kegiatan masyarakat lainnya di desa ini,” tuturnya.
Tak hanya itu, Yuhronur juga berharap bahwa festival ini bisa menjadi acara tahunan. Selain mampu mempromosikan potensi desa, festival ini juga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan.
“Luar biasa dan menjadi harapan kita semua bahwa festival ini bisa dijadikan kegiatan tahunan bahkan lebih megilan lagi,” tambahnya.[riq/ted]






