Surabaya (beritajatim.com) – Krista Exhibition kembali menggelar Indo Beauty Expo 2023 pada pada 21-23 September nanti di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. Pameran ini bersamaan dengan penyelenggaraan K-Beauty Expo dan Indo Health Care Expo.
CEO Krista Exhibition Daud D Salim mengatakan Indo Beauty Expo 2023 akan diikuti oleh 200 perusahaan dari dalam dan luar negeri pada tahun ini. Kurang lebih enam negara bergabung. Ada pemain dalam industri kosmetik, bahan baku, teknologi dan alat kesehatan.
“Tahun ini jumlah peserta meningkat 25 persen dibandingkan pameran serupa pada 2022 lalu,” kata Daud Salim dalam press conference via zoom, Senin (18/9/2023).
Lebih lanjut Daud menerangkan, Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk usia produktif sangat tinggi. Di mana Generasi Z atau Gen Z mencapai 30 persen. Generasi ini menjadi pangsa pasar gemuk bagi produsen kosmetik.
“Indo Beauty menjadi peluang bagi industri kosmetik untuk mengenalkan produk mereka,” ungkap Daud.
Pada kesempatan yang sama, sejumlah asosiasi dan perwakilan pemerintah turut hadir memaparkan pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia.
Asisten Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Hermin Esti Setyowati menjelaskan, Indonesia memiliki potensi besar dalam industri kecantikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, industri kosmetika (farmasi, kimia dan obat-obatan tradisional) tumbuh sebesar 9,61 persen.
Sementara berdasarkan data BPOM pada 2022 mengalami kenaikan jumlah pelaku usaha kosmetik yang didominasi UMKM sebesar 20,6 persen.
Jumlah produk yang masuk izin edar BPOM bahkan mencapai 411.410 produk dengan kontribusi perputaran uang di industri kecantikan sebesar Rp90,8 triliun. Merek kecantikan juga semakin berkembang pesat memenuhi kebutuhan industri.
“Indo Beauty merupakan momen untuk merayakan pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia,” ungkap Hermin.
BACA JUGA:
Guru SMA di Magetan Inovasikan Bunga Mawar Jadi Makanan Kosmetik dan Hand Sanitizer
Kehadiran sejumlah pelaku industri kosmetik asing juga dapat menjadi platform bahan studi banding bagi para pemain industri kosmetik lokal sehingga dapat mendorong industri kosmetik dalam negeri.
Hermin turut mengungkapkan apresiasi atas penyelenggaraan Indo Beauty Expo 2023. Tingginya minat masyarakat terhadap produk kecantikan harus didukung kualitas produk dengan kehadiran pameran komprehensif seperti ini.
Direktur Bidang Produksi Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Vinsensus Jemadu juga mengapresiasi penyelenggaraan Indo Beauty Expo 2023.
Pameran tahunan ini telah berlangsung selama 13 kali berturut-turut dan berhasil mendapat respon positif dari publik. Multiplier effect pameran juga dapat dirasakan oleh industri MICE sehingga geliat ekonomi kreatif turut berkembang.
“Pameran ini dapat membangkitkan ekonomi nasional dan menumbuhkan industri lokal,” kata Vinsensus.
Dia menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar dalam industri kosmetik. Berdasarkan data kementerian perindustrian, Indonesia hanya kalah dari Brazil untuk penyediaan bahan baku industri kosmetik. Tetapi Indonesia kaya akan bahan baku obat tradisional.
“Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia berpotensi menjadi pemasok dan produsen utama industri kosmetik global,” katanya.
Dia juga mengungkap sejumlah penelitian tentang efek Korean Waves dalam menciptakan tren K-Beauty di seluruh dunia.
“Dari sini Indonesia harus belajar dan yakin Indo Beauty dapat menjadi wadah bagi pemain industri kosmetik lokal. Saya juga melihat statistik jumlah penduduk global lebih banyak wanita dan mereka berlomba-lomba ingin tampil cantik. Saya yakin produk kecantikan pasti laris manis,” katanya.
BACA JUGA:
Produsen Kosmetik Laporkan Pemalsuan Merek ke Polisi
Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika (PPAK) Indonesia Solihin Sofian pada kesempatan yang sama memaparkan, perkembangan industri kosmetik memang sangat luar biasa.
Pada pertengahan 2023 tercatat 1.090 pelaku usaha industri kosmetik telah teregister. Padahal sebelum pandemi angkanya masih 748 unit industri kosmetik.
“Artinya terjadi loncatan dan perkembangan pesat,” ungkap Sofian.
BPOM juga mencatat 1.778 Badan Usaha Pemilik Notifikasi (BUPN) atau usaha kosmetik yang memiliki brand.
Maka dari itu, Sofian berharap pelaku industri kosmetik dapat mengeksplorasi bahan baku lokal agar dapat dimanfaatkan sebagai tren kosmetik tematik yaitu kosmetik halal yang akan menjadi strategi marketing global.
“Nah, tematik kosmetik halal ini akan menjadi ikon industri kosmetik kita,” kata dia.
BACA JUGA:
Jual Kosmetik Tanpa Izin Edar, Reyni Dihukum 3 Tahun Penjara
Demikian pula proses hilirisasi bahan baku di Indonesia bagi perusahaan kosmetik Indonesia adalah langkah dalam meningkatkan ketahanan bahan baku dan nilai produk bagi pemain industri kosmetik di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Krista Exhibition kembali menggelar Indo Beauty Expo 2023.
Pameran ini bersamaan dengan penyelenggaraan K-Beauty Expo dan Indo Health Care Expo. Pemerintah dan sejumlah asosiasi optimistis pameran ini dapat meningkatkan daya saing industri kosmetik lokal. [asg/but]






