Hukum & Kriminal

Jual Kosmetik Tanpa Izin Edar, Reyni Dihukum 3 Tahun Penjara

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Martin Ginting menjatuhkan pidana penjara selama tiga tahun pada Reyni Oktafin Wantania. Dia dinyatakan bersalah lantaran menjual kosmetik tanpa izin edar.

Dalam sidang yang digelar secara online di ruang Candra PN Surabaya, majelis hakim menyatakan perbuatan yang dilakukan Terdakwa melanggar pasal 197 Juncto Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

“Menghukum Terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun,” ujar Hakim dalam amar putusannya, Kamis (28/1/2021).

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU Sulfikar yang dalam sidang sebelumnya menuntut pidana empat tahun penjara.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, Terdakwa telah menjual obat-obatan, obat keras dan produk kecantikan yang dilakukan secara online, yaitu Tokopedia, Shoopee, Bukalapak dengan akun tokosuntika, sarmilasusanto.

Pada saat Saksi Lukas Bomantara Sagah Perwira Jati, SH. sebagai petugas PPNS BBPOM Surabaya bersama dengan Saksi R. Jaya Wijaya, SH. dan Saksi S. Imam Wahyudi, SH.M.H. Petugas Polri Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan pemeriksaan di rumah Terdakwa yang beralamat di Taman Wage Regency Kav. 14 Wage Taman Sidoarjo, ditemukan produk kosmetika dan obat-obatan berupa : Aqua Skin Veniscy Dual DNA Octa Strength Whitening 2 pcs, Aqua Skin Veniscy Dual DNA Octa Strength Whitening L-Ascorbic Acid 10 ml 1 pcs, Bella’s Bianco Ascorbic Acid 5000 mg 11 pcs, Bella’s Bianco Pure DNA & RNA 14 pcs. [uci/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar