Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus berupaya mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Guna mewujudkan pendataan stunting yang tepat dan akurat, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mendorong terrealisasinya aplikasi pendataan stunting berbasis elektronik.
Aplikasi e-Stunting yang digarap Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mojokerto ini nantinya akan menjadi data base stunting. Data yang akurat tersebut diharapkan bisa menjadi data awal penanganan stunting di Kabupaten Mojokerto agar tepat sasaran.
“Diharapkan ada buku panduan yang bisa menjadi pegangan TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) di lapangan. Buku panduan dalam mengisi aplikasi harus disertakan, sehingga TPPS kabupaten, kecamatan dan desa bisa mengerti. Baik untuk melakukan intervensi atau pun melakukan pelaporan,” ungkapnya, Rabu (19/10/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-mojokerto”]
Bupati menambahkan, dalam buku panduan tersebut disertakan program-program penanganan stunting dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Tak hanya itu, poin-poin serta kriteria pendataan dalam aplikasi e-Stunting harus benar-benar dirinci dan rincian tersebut nantinya mengacu pada Dinas Kesehatan.
“Aplikasi ini prinsipnya dibuat bagaimana kita bisa memantau perkembangan stunting, baik data yang baru atau lama, serta pemantauan terhadap keluarga berisiko stunting. OPD terkait untuk terus melakukan pendataan terhadap keluarga berisiko stunting dan balita stunting secara realtime dan ter-update,” katanya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini pun menyampaikan, guna meningkatkan komitmen Pemkab Mojokerto dalam mencetak generasi emas menuju Indonesia Emas tahun 2045, Pemkab Mojokerto terus berupaya dalam menurunkan angka stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto.
“Menurut hasil survei dari SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) menunjukan bahwa angka stunting di wilayah Kabupaten Mojokerto sebesar 27,4 persen. Namun jumlah real stunting di Kabupaten Mojokerto perlu dirinci ulang, dengan cara melakukan monitoring secara langsung baik,” ujarnya.
Baik melalui Puskesmas atau Posyandu yang sudah ada. Dengan berbekal data real stunting, Bupati berharap, penanganan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mojokerto bisa berjalan tepat dan akurat. Bupati berharap upaya penanggulangan stunting juga dilakukan. “Tidak hanya balita stunting saja, jadi nanti keluarga berisiko stunting, kemudia remaja juga akan bisa dibina, sehingga tidak menambah angka stunting di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. [tin/kun]






