Jombang (beritajatim.com) – Ganjar Pranowo menanggapi elektabilitas dirinya yang diklaim anjlok di beberapa lembaga survei. Menurut Ganjar survei yang dilakukan, elektabilitas dirinya cenderung naik.
Hal itu ketika menggunakan survei dengan sistem triangulasi. Ini adalah metodologi yang digunakan untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas suatu penelitian dengan menggabungkan data dari berbagai sumber, metode, atau teori.
“Dari sistem itu hasilnya kami masih kejar-kejaran antar dua kandidat. Terpautnya sekitar 3 persen. Terkadang kami 3 di atas, terkadang juga 3 persen di bawah,” kata Ganjar ketika ditanya soal elektabilitas Ganjar-Mahfud yang dikejar Anies Baswedan-Muhaimin, Jumat (12/1/2024) usai ziarah di makam Gus Dur.
Namun demikian, Ganjar tetap menghargai hasil survei dari lembaga lain. Hasil survei tersebut tetap ia dengarkan. Bahkan dijadikan referensi. Karena ada suatu ketika survei datang di hari yang sama, sampelnya sama, rilisnya berbeda beberapa hari, tapi hasilnya berbeda di antara mereka.
“Buat kami, oke tidak apa-apa. Jangan-jangan memang betul di beberapa tempat itu. Buat kami ini menjadi catatan untuk dijadikan perhatian. Semua hasil lembaga survei kita jadikan pelajaran. Sehingga kita bisa menyikapi dengan bijak,” ujar pria berambut putih ini.
Yenny Wahid yang mendampingi Ganjar menambahkan bahwa hasil survei di Jawa Timur dan Jawa Tengah, paslon 03 ini paling unggul. “Itu hampir di semua lembaga survei,” klaim putri Gus Dur ini. [suf]






