Jakarta (beritajatim.com) – Ganjar Pranowo meminta Mahfud MD untuk mengundurkan diri dari Kabinet Maju dengan jabatan Menkopolhukam. Permintaan itu sebagai bentuk protes keras terhadap situasi pemerintahan saat ini.
“Apa yang disampaikan Pak Ganjar di publik adalah kesepakatan saya dengan beliau sejak awal, bahwa saya pada saat yang tepat pasti mengajukan pengunduran diri secara baik-baik. Waktu penutupan debat saya membacakan pernyataan, saya berterimakasih kepada pak Jokowi yang telah mengangkat saya 4,5 tahun yang lalu sebagai Menkopolhukam,” ujar Mahfud MD dalam siaran YouTube Tabrak Prof!
Mahfud menyatakan Presiden Jokowi memiliki niat baik untuk rakyat ketika mengangkat dirinya sebagai Menkopolhukam.
“Sekarang pun saya bersama Pak Ganjar bersedia melanjutkan tugas-tugas karena menurut saya Pak Ganjar adalah calon presiden yang betul-betul pro rakyat,” bebernya lagi
Mahfud memastikan bahwa menurut aturan merangkap menteri sambil menjadi peserta pemilu tidak dilarang. Namun menjelang Pilpres aturan ditambah bahwa Walikota juga tak harus mundur.
“Saya juga ingin memberi contoh kalau saya jadi cawapres tetapi masih merangkap, apakah saya menggunakan kedudukan saya untuk memanfaatkan fasilitas negara atau tidak. Ini sudah saya lakukan 3 bulan dan saya tidak menggunakan fasilitas negara. Saya masih berkantor di polhukam secara rutin, semua tugas dan surat masuk pasti selesai tidak sampai seminggu meskipun saya cawapres,” tambahnya.
Hal tersebut disampaikan menanggapi pertanyaan anak muda Semarang, Jawa Tengah yang hadir dalam kegiatan “Tabrak Prof!” hari ini.
“Negara kita sedang tidak baik-baik saja. Kita melihat indikasi penyimpangan kekuasaan. Negara sudah tidak netral dalam penyelenggaraan pemilu. Ada pengerahan aparat. Presiden pun bertindak, perangkat desa dikerahkan,” katanya mengawali pertanyaan.

“Kami generasi mudah butuh kepastian. Berkaitan statement sore tadi Pak Ganjar (Pranowo, calon Presiden nomor urut 3) menyarankan Prof Mahfud agar terhindar dari conflict of interest, beliau menyarankan Prof Mahfud untuk mundur saja dari kabinet. Kami ingin ketegasan sikap Prof Mahfud,” ujarnya.
Diketahui, usai debat calon wakil presiden (cawapres) Ahad lalu (21/01/2024), Mahfud menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mahfud yang memiliki pengalaman panjang sebagai akademisi, wakil rakyat, hakim konstitusi, ketua Mahkamah Konstitusi, dan menteri tersebut tetap rendah hati, dengan menyatakan dirinya belajar banyak dari Presiden Jokowi.
Mahfud juga meminta kepada kepada pemerintah daerah untuk tidak menjemput dan melayani dirinya ketika berkunjung ke daerah.
“Karena saya tidak mau menggunakan jabatan saya untuk fasilitas pemerintah,” tegas Mahfud,
“Pihak lain nampak menggunakan jabatan, bahkan menteri-menteri yang tak ada kaitannya dengan politik malah ikut tim sukses,” tutupnya. [aje/but]






