Jember (beritajatim.com) – Gagal menjadi calon legislator DPR RI dari Partai Nasional Demokrat, mantan Kepala Dinas Pendidikan Jember Achmad Sudiyono tetap akan mengerahkan relawannya untuk memenangkan pasangan calon presiden Anies Baswedan – calon wakil presiden Muhaimin Iskandar di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Sudiyono terganjal aturan administrasi yang mensyaratkan masa jeda lima tahun dari akhir masa tahanan sebagai narapidana. Divonis bersalah oleh hakim dalam perkara korupsi, ia bebas pada 19 Januari 2019. Saat pelaksanaan pemungutan suara 14 Februari 2023, masa jedanya sudah lima tahun 27 hari. Namun aturan Komisi Pemilihan Umum menetapkan masa jeda itu terhitung sampai masa pendaftaran bakal caleg, bukan hari pencoblosan.
Kendati kecewa, Sudiyono tak kemudian pecah kongsi dengan Nasdem. “Saya adalah Dewan Penasihat Pusat Relawan Pengusaha Anies (Relapena) dan Dewan Pakar Relapena Jawa Timur,” katanya, usai bertemu dengan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jawa Timur Sri Sajekti Sudjunadi, dalam pertemuan di Graha K-Link, Kabupaten Jember, Rabu (11/10/2023).
Sudiyono akan mengolaborasikan para relawannya dengan tim relawan dari Muhaimin Iskandar. “Saya yakin presiden dan wakil presiden Indonesia mendatang adalah Pak Anies dan Cak Imin. Ini bukan retorika. Memang sudah saatnya,” katanya.
Sudiyono memperkirakan, jika pemilihan presiden diikuti tiga pasangan calon, Anies – Muhaimin akan memperoleh suara sedikitnya 40 persen dari jumlah pemilih di Jember. “Kalau dua pasang, saya perkirakan akan meraih suara 53 – 69 persen,” katanya.
Sudiyono punya pengalaman menaungi kelompok relawan pemantau pemilihan kepala daerah di Jember pada 2005 – 2015. Mereka sudah terbiasa melakukan kalkulasi dan analisis suara.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Nasdem Jatim Suhandoyo menegaskan, Sudiyono akan tetap menjadi bagian dari pemenangan partai itu dalam pemilu. “Pak Achmad Sudiyono tetap akan memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat Jember. Pesan saya kepada pendukung, tetap menjadi satu kesatuan yang utuh. Bercerai kita runtuh, bersatu kita kuat,” katanya. [wir]






