Blitar (beritajatim.com) – Kasus gagal ginjal menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak di Kabupaten Blitar. Indikator ini, salah satunya terlihat dari jumlah pasien cuci darah di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, yang mencapai ratusan orang.
“Penyakit gagal ginjal jadi penyebab kematian salah satu yang terbanyak, dan ini trennya juga semakin banyak usia produktif yang harus cuci darah,” ungkap Direktur RSUD Ngudi Waluyo Blitar, Endah Woro Utami, Kamis, 1 Agustus 2024.
Kasus gagal ginjal di Kabupaten Blitar dari bulan ke bulan terus meningkat dan semakin mengkhawatirkan. Tercatat kini ada 120 warga Blitar rutin melakukan terapi cuci darah setiap bulan RSUD Ngudi Waluyo.
Mayoritas pasien gagal ginjal yang harus cuci darah ini berusia produktif mulai dari 18 tahun hingga paling tua 55 tahun.
“Maka dari itu masyarakat harus jaga kondisi kesehatan tubuhnya jangan sampai ginjalnya sakit atau rusak, ayo semuanya belajar pola hidup sehat,” imbuhnya.
Dari analisis dokter RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar, ada beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya kasus gagal ginjal. Namun ada dua faktor utama yang jadi penyebab banyaknya kasus gagal ginjal yakni konsumsi minuman berenergi dan berpemanis, serta konsumsi obat atau jamu tanpa resep dokter.
“Hati-hati dalam penggunaan obat atau jamu atau makanan yang kurang sehat, juga banyak berolahraga dan perbanyak konsumsi air putih,” imbuhnya.
Para pasien gagal ginjal akut ini biasanya memiliki penyakit penyerta mulai dari darah tinggi hingga kencing manis. Tentu jika diruntut dari penyakit penyerta tersebut, pola konsumsi tidak sehat serta berpemanis menjadi penyebab kuat terjadinya gagal ginjal. [owi/beq]






