Kediri (beritajatim.com) – Isu perselingkuhan mencul di tengah kasus pembunuhan Deasy Rahmasari (20) gadis asal Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Korban diduga memiliki hubungan gelap dengan NS, kakak dari pacarnya.
Kabar adanya asmara terlarang itu disampaikan oleh warga sekitar tempat tinggal Andi Hermawan, pacar korban di Jalan Letjen Sutoyo RT 40 / RW 11, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Pasanya NS, merupakan pria yang sudah beristri.
“Kabarnya diam-diam Deasy ini juga berhubungan dengan kakaknya,” ujar warga yang minta identitasnya disembunyikan, pada Senin (26/2/2024).
Masih kata sumber tersebut, Deasy dan NS sempat terlibat pertikaian sewaktu kejadian, pada Sabtu (24/2/2024) lalu. Awalnya mereka hanya cek cok mulut, tetapi kemudian berujung pada penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal.
Sementara itu, pacar korban tidak ada di lokasi kejadian. Andi sedang pergi memancing ikan.
“Kakak dari pacar Deasy ini sebenarnya sudah kontrak terpisah dengan istrinya tapi masih di kampung itu. Kabarnya masih sering kesana, diam-diam ketemu sama Deasy,” tambahnya.
NS kabarnya sudah diamankan oleh polisi. Dia diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan terhadap kekasih adiknya. “Iya, kabarnya NS sudah ditangkap tadi pagi,” tandasnya.
Sebelumnya, Polres Kediri memastikan Deasy tewas karena dibunuh. Hal ini diperkuat oleh hasil otopsi dari RS Bhayangkara Kediri yang menyebut, gadis yang jasadnya ditemukan di kamar mandi rumah pacarnya itu kekurangan oksigen akibat penganiayaan.
“Hasilnya menunjukkan indikasi adanya asfiksia yakni kondisi kekurangan oksigen yang diduga menjadi penyebab kematian korban,” ujar Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama.
Kekurangan oksigen yang dimaksud ini terjadi karena luka pada bagian leher korban yang ternyata dialami saat korban masih hidup. Hal ini kemudian menjadi dasar pihak kepolisian bahwa korban diduga meninggal akibat mengalami penganiayaan.
“Di leher korban ada bekas luka benda tumpul yang mengakibatkan korban meninggal karena lemas. Kemungkinan karena kekurangan oksigen itu tadi, seperti hasil autopsi,” jelas Fauzy.
Namun, Fauzy masih enggan menyebut secara detail kasus tersebut. Termasuk sosok terduga pelaku yang tega melenyapkan nyawa Deasy.
Jasad Deasy ditemukan pertama kali oleh Iwan Susanto, paman Andi Hermawan sewaktu pulang dari berdagang nasi goreng, pada Sabtu (24/2/2024) pukul 22.00 WIB. Saat hendak ke kamar mandi, suami dari Wiwik itu terkejut melihat sosok gadis tergeletak di depan kamar mandi.
Iwan merupakan saudara dari Handi Santoso, ayah dari Andi Hermawan. Keduanya tinggal bersebelahan rumah dengan kamar mandi bersama di Jalan Letjen Sutoyo RT 40 / RW 11, Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. [nm/ian]






