Depok (beritajatim.com) — Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2025 sukses digelar di Gedung Merah Putih, PPSDM Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pada Senin (26/5/2025). Kegiatan ini diikuti peserta dari 38 provinsi yang mewakili 114 bahasa daerah, dan dihadiri seluruh Kepala Balai dan Kantor Bahasa se-Indonesia. Acara juga dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Wakil Menteri, Ketua Komisi X DPR RI, dan Ketua Komite III DPD RI.
Salah satu sorotan utama FTBIN 2025 adalah pementasan drama “Nesia dan Tiga Sahabat Berpetualang di Negeri Garuda”, yang menggambarkan petualangan menjelajahi keragaman bahasa daerah. Drama ini diperankan oleh para Tunas Bahasa Ibu, termasuk perwakilan Jawa Timur, Ahmad Rifandi Octavian (pemenang 1 tembang bahasa Jawa dialek Using) dari SDN 1 Lembahbang Dewo, Banyuwangi, dan Najwa Azalea Faqiqah (pemenang 1 mendongeng bahasa Madura). Mereka tampil memukau di hadapan tamu undangan pada pementasan yang berlangsung pukul 08.00—12.00 WIB.

Selain itu, Almalik Aniel Irhamdan, siswa dari SDN Pandak 1 Kecamatan Klabang, Bondowoso, yang merupakan pemenang pertama komedi tunggal bahasa Madura, turut menampilkan pertunjukan di sesi panggung terbuka pada pukul 14.07—14.16 WIB. Aksi jenakanya mendapat sambutan hangat dari penonton.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas, hadir langsung mendampingi peserta dari Jawa Timur. Ia menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme dan prestasi para peserta serta dukungan pemerintah daerah dalam pelestarian bahasa ibu.
Dalam rangkaian acara, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga memberikan penghargaan kepada pejabat daerah yang dinilai berkomitmen tinggi dalam pengembangan dan pelestarian bahasa daerah. Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Pamekasan dari Provinsi Jawa Timur berhasil meraih penghargaan tersebut. Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, dan Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, dari Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat.

Sebagai bentuk apresiasi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga menganugerahkan 44 penghargaan kepada kepala daerah se-Indonesia yang dinilai mendukung penuh program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) serta telah melahirkan regulasi muatan lokal di wilayahnya.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa kepunahan bahasa daerah merupakan ancaman nyata akibat rendahnya penutur aktif. Ia menekankan pentingnya program revitalisasi demi menjaga warisan budaya bangsa. “FTBIN 2025 mengusung tema ‘Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua’, sebagai ajakan membangun kesadaran dan kepedulian terhadap pelestarian bahasa daerah,” ujarnya.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, juga menekankan pentingnya meningkatkan literasi dan budaya bahasa sebagai bagian dari pemahaman komunikasi efektif. Ia mengajak generasi muda untuk menjaga multikulturalisme melalui penguasaan bahasa daerah di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
FTBIN 2025 secara resmi ditutup oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bahasa daerah bukanlah simbol keterbelakangan, tetapi bagian dari identitas dan jati diri bangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menggelorakan “Tri Gatra Bangun Bahasa”, yakni Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. [but]






