Ngawi (beritajatim.com) – Anggota Fraksi PDI Perjuangan Diana Amaliyah Verawatiningsih menghubungkan donatur kaki palsu dari Perwakilan Gereja Latter-Days Saints (LDS) asal Utah, Amerika Serikat pada 50 warga Kabupaten Ngawi. Perwakilan Gereja LDS di Indonesia banyak melakukan misi kemanusiaan lintas agama.
“Kami menjadi penghubung antara donatur dengan pasien penerima donasi. Ini adalah kali ketiga kami melakukan pembagian kaki palsu. Total selama dua tahun ini sudah 300 an kaki terdistribusi di Magetan, Ngawi, Ponorogo,” kata Diana Sasa, sapaan lekat Diana Sasa, Minggu (12/3/2023).
Total ada 50 orang yang menjalani pengukuran di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Ngawi Jalan Kartini, Kecamatan/Kabupaten Ngawi Minggu (12/3/2023) pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Pun, anggota Komisi A DPRD Jatim itu turut melibatkan Dinas Sosial Ngawi berikut dinas sosial di kabupaten lain yang terdapat agenda serupa.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PDI Perjuangan“]
Diana menjelaskan alasan pemberian bantuan kaki palsu tersebut lantaran banyak sekali antrian di Dinas Sosial khususnya Ngawi. Sayangnya, yang bisa dicover oleh pemkab setempat hanya beberapa.
“Kami bantu pemkab memenuhi permintaan warga difabel yang membutuhkan. Beberapa ada yang sudah punya kaki palsu tapi kondisinya rusak dan perlu diganti. Tapi ada juga yang belum pernah punya sama sekali. Dengan kaki palsu ini dapat lebih memudahkan aktivitas para difabel, karena mereka juga perlu bekerja. Jadi, kita harus bantu mengingat harga kaki prostetik ini lumayan mahal,”pungkasnya.
Pun, kaki palsu yang kini tengah diukur itu dijadwalkan bakal jadi sekitar setu hingga dua bulan mendatang. Segera setelah jadi bakal segera diserahkan pada penerima bantuan.
Salah satu penerima bantuan yang turut melakukan pengukuran adalah Aris Setiyadi (39) warga Desa Kedunggudel Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit itu rencananya bakal dapat bantuan kaki palsu berupa brace.
“Sebelumnya saya sudah punya brace, tapi rusak karena saya pernah kecelakaan. Kemudian, saya pakai kursi roda. Saya pun akhirnya dikabari kalau ada bantuan kaki palsu ini, saya akhirnya turut meminta dan syukurlah diberi,” kata Aris.
Dia merasa bersyukur karena dengan menggunakan brace nantinya dirinya bisa beraktivitas lebih leluasa ketimbang memakai kursi roda seperti saat ini. “Dan saya mengharap nantinya gak hanya berguna bagi saya, rekan-rekan disabilitas yang lain juga bisa merasakan manfaatnya. Semoga bisa mempermudah aktivitas kami,” katanya. (fiq/kun)






