Jember (beritajatim.com) – Fraksi Gerakan Indonesia Berkarya (GIB) DPRD Jember, Jawa Timur, pesimistis melihat kondisi Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan. Mereka agak keneratan memberikan suntikan modal.
“Kami sebenarnya sangat berat hati untuk memberikan penyertaan modal atau ‘ngempeng modal’ yang terus diinginkan oleh perusahaan milik daerah ini. Model perusahaan seperti ini sesungguhnya terus gagal menggapai usahanya dalam upaya meningkatkan produktivitas dan penghasilan, baik untuk kesejahteraan rakyat maupun pendapatan bagi daerah,” kata Dewi Asmawati, juru bicara Fraksi GIB, ditulis Sabtu (18/11/2023).
Menurut Dewi, sekian tahun PDP Kahyangan terus menerus merugi dengan berbagai alasan. “Mulai dari menurunnya produktivitas hingga masalah sumber daya manusia. Belum lagi persoalan dengan pihak ketiga atau eksternal yang menyisakan masalah tersendiri,” katanya.
“Bayangkan saja, aset lahan luas, jumlah karyawan overload, perawatan tidak ada, produktivitas turun, manajemen kurang sehat, dan akhirnya bisa menghidupi karyawan dan buruh saja sudah bersyukur. Sepertinya, siapapun pemimpinnya, direktur utamanya, kalau kondisi ini terus terjadi, maka jangan harap PDP Kahyangan maju,” kata Dewi.
“Jangankan produktivitas, kondisi PDP Kahyangan adalah hidup segan, mati tidak mau seperti yang kita lihat saat ini. Tentu ini menjadi keprihatinan kita semua. Apa artinya aset besar, SDM banyak, rencana perbaikan setinggi langit, tetapi tidak memiliki cukup modal untuk hidup dan bangkit, maka rasanya sia-sia saja,” kata Dewi.
Namun Dewi menyadari, kondisi PDP Kahyangan saat ini menjadi tanggung jawab pemimpin daerah dan DPRD Jember. “Apapun dan siapapun PDP Kahyangan ini adalah anak kandung, yang mau atau tidak mau kita semua harus bertanggung jawab atas kegagalan PDP Kahyangan dan tentu tidak bisa kita biarkan begitu saja,” katanya.
“Oleh sebab itu, kami dengan berat hati yang paling dalam, menyetujui agar Perda Penyertaan Modal untuk Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan ini disahkan dengan catatan,” kata Dewi. [wir]






