Malang (beritajatim.com) – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Malang mendorong pemerintah daerah agar menambah anggaran makan siang gratis bagi anak-anak di Kabupaten Malang melalui APBD tahun 2025. Ketua Fraksi Gerindra DPRD Malang, Zia Ulhaq, menyatakan bahwa alokasi anggaran yang ada saat ini perlu ditingkatkan untuk memastikan kualitas gizi yang lebih baik, khususnya dalam upaya pencegahan stunting.
“Dari total APBD Kabupaten Malang yang mencapai Rp5 triliun, kami mengusulkan agar 1 hingga 2 persen dialokasikan untuk menambah anggaran makan siang bergizi bagi anak-anak. Tambahan ini bisa membuat anak-anak mendapatkan makanan yang lebih berkualitas, termasuk daging, yang sangat penting untuk pertumbuhan dan mencegah stunting,” ujar Zia, Selasa (15/10/2024).
Menurut Zia, pemerintah pusat telah menganggarkan Rp 71 triliun untuk program makan siang bergizi dengan alokasi Rp15 ribu per anak di seluruh Indonesia. Namun, Fraksi Gerindra menilai anggaran tersebut masih perlu ditambah oleh Pemkab Malang. Zia mengusulkan tambahan Rp5.000 hingga Rp10 ribu per anak melalui APBD 2025.
“Kalau ditambah, setiap anak bisa menerima Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per hari, sehingga makan siang mereka lebih bergizi. Program ini akan mencakup anak-anak di tingkat TK, SD, dan SMP, sehingga mereka bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih baik,” jelas Zia.
Ia juga menegaskan bahwa dengan kapasitas anggaran Kabupaten Malang yang tergolong tinggi, tambahan alokasi untuk makan siang bergizi ini tidak akan memberatkan APBD, namun justru meningkatkan kualitas gizi anak-anak di Kabupaten Malang.
“Melihat kemampuan keuangan daerah, kami di Fraksi Gerindra yakin Pemkab Malang sangat mampu menambah anggaran ini, dan hal ini akan berdampak positif bagi kesehatan dan masa depan anak-anak di Kabupaten Malang,” pungkas Zia. [yog/beq]






