Mojokerto (beritajatim.com) — Jalur penyelamat Pacet–Batu via Cangar kembali dibenahi. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto memimpin kegiatan revitalisasi jalur penyelamat yang menjadi akses alternatif Pacet (Mojokerto) – Cangar (Batu), Jumat (8/8/2025).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata gotong royong lintas elemen masyarakat. Relawan dari berbagai organisasi kebencanaan, aparat, hingga warga sekitar turun langsung ke lokasi. Sejak pagi hari, mereka bersama-sama membersihkan, merapikan, dan menata ulang jalur penghubung Batu – Mojokerto tersebut.
Fokus kegiatan meliputi pembersihan jalur, penebangan ranting liar, pemasangan tanda peringatan di titik rawan, serta perbaikan rambu keselamatan. Salah satu titik penting perhatian adalah rest area bawah jalur AMD yang kini ditata ulang.
Penataan sekam dilakukan dengan model memanjang, sedangkan benteng sekam dipindahkan lebih mundur dari posisi semula. Benteng ini kini memiliki panjang sekitar 20 meter dan tinggi 1,8 hingga 2 meter, memperkuat proteksi terhadap aliran longsoran atau air hujan.
FPRB juga mengemas ulang sekam lama karena sebagian sak lapuk. Berkat kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Mojokerto, sebanyak 500 sak sekam tambahan dikirim untuk memperkuat struktur pelindung.
Hasilnya jalur penyelamat kembali bersih, rapi, dan bebas hambatan. Tanda atau rambu keselamatan terpasang dengan baik, masyarakat sekitar lebih peduli dan memahami pentingnya jalur penyelamat. Terjalinnya sinergi positif antara relawan, masyarakat, dan pihak terkait
Ketua FPRB Kabupaten Mojokerto, Cak Anam menyebut revitalisasi ini penting sebagai upaya untuk membenai dan merawat jalur agar layak dan aman dilewati. “Mengingat jalur tersebut merupakan akses penting dalam upaya evakuasi maupun mobilisasi saat keadaan darurat,” ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik jalur, tapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar terhadap pentingnya jalur penyelamat. Gotong royong ini mempererat hubungan antara relawan, masyarakat, dan lembaga pemerintah.
“Gotean masih bagus, tapi kami tetap antisipasi. Dukungan PU Bina Marga sangat membantu kelancaran kegiatan hari ini. Kami bersyukur karena banyak pihak yang terlibat,” ujarnya. [tin/ian]






