Bondowoso (beritajatim.com) – Amin Said Husni, Wakil Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus mantan Bupati Bondowoso, mendadak viral di media sosial setelah fotonya dicatut oleh pasangan calon Bambang Soekwanto – Mohammad Baqir (BAGUS) dalam Pilkada Bondowoso 2024.
Foto tersebut digunakan dalam sebuah flyer yang beredar luas pada Jumat (27/9/2024), menampilkan kutipan tentang pemilihan pemimpin yang mendorong para pemilih untuk meneliti visi dan integritas calon.
Namun, Amin Said Husni dengan cepat membantah keterlibatan atau dukungannya kepada Paslon BAGUS. “Terkait flyer yang berkembang, tidak benar itu. Saya tidak pernah memberikan dukungan pada calon BAGUS,” ujar Amin dalam pernyataannya yang dikutip dari BeritaJatim.com, Sabtu (28/9/2024). Ia menegaskan bahwa flyer tersebut hanya memanfaatkan namanya untuk kepentingan politik pihak lain.
Amin, yang dikenal sebagai alumni Pondok Pesantren Nurul Jadid, menegaskan bahwa dukungannya jelas tertuju pada pasangan Abdul Hamid Wahid – As’ad Yahya Syafi’i (RAHMAD). Keduanya dianggap memiliki hubungan kuat dengan pesantren dan latar belakang keluarga yang ia takdzimi.
Abdul Hamid Wahid merupakan putra pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, sedangkan As’ad Yahya Syafi’i adalah alumnus Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo.
“Saya ini alumni Nurul Jadid, dan KH. Abd. Hamid Wahid itu sepupu saya. Jadi jelas, ada hubungan dekat antara saya dan KH. Abd. Hamid Wahid,” tegas Amin. Ia juga menambahkan bahwa Abdul Hamid Wahid memiliki kapabilitas dan integritas yang mumpuni, membuatnya lebih layak untuk memimpin Bondowoso.
Flyer yang mencatut nama Amin Said Husni tersebut pertama kali tersebar di grup Facebook Suara Rakyat Bondowoso. Namun, tidak semua pengguna media sosial menerima informasi tersebut begitu saja. Salah satu pengguna, Misba, menilai bahwa flyer tersebut adalah bagian dari strategi politik kontroversial.
“Bagi calon yang memiliki tingkat popularitas rendah, salah satu cara untuk meningkatkan popularitasnya adalah dengan menciptakan kontroversi,” ujar Misba.
Menurutnya, penggunaan taktik semacam ini bertujuan untuk menarik perhatian publik dengan sengaja memicu perdebatan.
Amin Said Husni berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan tidak mudah terpancing oleh berita yang belum tentu benar. Ia juga menyerukan agar pemilih lebih selektif dalam memilih pemimpin berdasarkan integritas, rekam jejak, dan visi mereka untuk Bondowoso. [awi/beq]






