Ngawi (beritajatim.com) – Foto tentang siswa SD membuat geger warga Kwadungan, Ngawi. Ini lantaran foto tersebut disertai caption bertuliskan “DIDUGA SEORANG SISWA SD TARUWAN DAN BEBERAPA TELAH TERTANGKAP”.
Bermula pada Sabtu (21/1/2023), saat beberapa siswa SDN Simo menuju MI Tirak dengan maksud akan melaksanakan pertandingan sepakbola antar sekolah. Namun saat sampai di MI Tirak, mereka dibubarkan oleh guru.
Momen tersebut sempat direkam beberapa siswa dalam bentuk video dan foto. Kemudian, seorang siswa berinisial PA mengedit foto tersebut dengan background berita online berjudul DIDUGA SEORANG SISWA SD TAWURAN DAN BEBERAPA TELAH TERTANGKAP.
Selanjutnya pada Selasa (24/1/2023) foto yang telah diedit tersebut diketahui SH, orangtua dari siswa berinisial HS. SH kemudian mendatangi kantor desa bersama dua orang wali murid lainnya untuk mengadukan foto tersbeut.
Pengaduan itu pun sampai ke telinga Kapolsek Kwadungan AKP Sunarinati. Dia lalu memerintahkan Bhabinkamtibmas Desa Simo Aipda Donni M berkoordinasi dengan kepala sekolah yang bersangkutan.
Beberapa siswa dipanggil untuk klarifikasi atas beredarnya foto tersebut. Dalam pemanggilan itulah, PA mengaku foto tersebut hasil editannya.
“Alhamdulillah setelah dilakukan pendekatan, PA siswa kelas 6 SD mengaku bahwa dia yang mengedit foto tersebut,” kata Aipda Donni.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ngawi”]
Dengan adanya pengakuan dari PA, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa Desa Simo, Sertu Edi Siswanto serta kepala sekolah dan orangtua dari siswa yang terlibat melakukan mediasi. Upaya tersebut berlangsung pada Rabu (25/1/2023) pukul 09.00 WIB di SD tempat PA sekolah.
Hasil mediasi dituangkan dalam surat pernyataan. Surat itu berisi permintaan maaf dari orangtua PA, P, kepada tujuh wali murid yang anaknya ada dalam foto tersebut. PA pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
“Disaksikan Bhabin, Babinsa dan pihak sekolah juga orang tua siswa yang terlibat, akhirnya masalah dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” lanjut Donni
Tujuh wali murid menerima permintaan maaf P dan anaknya, sehingga permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara damai.
Aipda Donni juga berpesan agar para orang tua selalu mengawasi anak-anaknya dalam bermain gadget dan memberikan edukasi bahayanya menyebarkan berita bohong.
“Kami juga berpesan agar hati-hati bila edit ataupun posting foto yang tidak sesuai dengan kenyataan. Orang tua juga kami imbau untuk selalu melakukan pengawasan terhadap anaknya bila bermain gadget karena akan menimbulkan masalah di kemudian hari dan rugi sendiri bila menyebarkan hoaks atau berita bohong,” pungkas Donni. [fiq/beq]






