Jombang (beritajatim.com) – Kasat Reserse dan Narkoba Polres Jombang AKP Mochammad Mukid berbicara di hadapan belasan wartawan yang tergabung dalam PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jombang, Kamis (28/10/2021). Suaranya tenang, penuh dengan petuah. Bahasanya juga tertata.
Mukid mengisahkan perjalanan hidupnya, mulai masa anak-anak, remaja, hingga menjabat sebagai Kasat Resnarkoba. Mulai dari Kota Kediri, Nganjuk, hingga bertugas di Kota Santri. Banyak pelajaran yang dipetik dari perjalanan hidupnya itu. Tentang kesederhanaan, tentang optimisme, serta tentang semangat meraih cita-cita. Juga tentang pahit, getir, dan manisnya kehidupan.
Dalam menjalani kehidupan, bapak dua anak ini memegang teguh filosofi gula. Mukid mengungkapkan, peran gula dalam secangkir kopi cukup besar. Tapi kehadirannya kerap kali dipandang sebelah mata. Gula cepat larut dan tak terlihat, tapi kehadirannya sangat bermakna.
Ketika kopi terlalu pahit, gula yang disalahkan. Karena terlalu sedikit gula, sehingga rasa kopi menjadi pahit. Kemudian jika kopi terlalu manis, gula lagi yang disalahkan karena terlalu banyak. Namun jika takaran gula dan kopi seimbang, maka yang dipuji justru kopi.
Semua akan berkata bahwa kopinya mantap. Tentu saja, dalam hal tersebut, peran gula terpinggirkan. “Mari ikhlas seperti gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna. Begitu juga dengan kehidupan,” ujar Mukid yang melakukan kunjungan khusus ke kantor PWI Jombang.
Itu hanya satu tema tentang hidup yang diungkapkan AKP Mukid. Masih banyak dimensi-dimensi lain yang disinggung oleh perwira dengan tiga balok di pundak ini. Kedatangan Mukid ke kantor PWI Jombang sendiri dalam rangka pamitan. Dia pindah tugas. Jabatan terbarunya Kanit 1 Subdit 3 Ditreskoba Polda Jatim.
Selama ini Mukid memang dikenal dekat dengan kalangan wartawan. Beberapa kegiatan yang dilakukan saat menjabat Kasat Reskoba kerap kali melibatkan para wartawan. Salah satunya saat pembuatan video klip lagu yang berkisah tentang pertaubatan pecandu markoba.
[berita-terkait number=”5″ tag=”polres-jombang”]
Layaknya membikin film, Mukid memilih wartawan yang dijadikan peran utama dan figuran. Kemudian menentukan lokasi-lokasi yang dijadikan tempat pengambilan gambar. Dari hal-hal yang bersifat non formal itulah tercipta keakraban.
Sedikitnya sudah 16 lagu yang diciptakan oleh Mukid selama menjabat sebagai Kasat Reskoba Polres Jombang. Lagu-lagu tersebut dijadikan sebagai media sosialisasi penanggulangan narkoba. Dari belasan lagu itu, yang paling ‘meledak’ adalah berjudul Taubat. Bahkan lagu tersebut dicover oleh artis New Monata, Sodik.
Dalam acara pamitan di kantor PWI Jombang itu, Mukid berharap wartawan tetap solid. Hubungan sinergi dengan Satresnarkoba juga tetap terjaga. “Saya berharap hubungan ini tetap berlanjut, tentunya dengan pengganti saya nanti,” kata Mukid yang mulai berdinas di Polres Jombang pada Mei 2018.
Perpisahan yang berlangsung sederhana ini dipungkasi dengan tukar cenderamata. Ketua PWI Jombang Sutono Abdillah menyerahkan piagam penghargaan untuk AKP Mochammad Mukid. Begitu juga sebaliknya. [suf]






