Malang (beritajatim.com) – Dalam memeriahkan Dies Natalis ke 43, Universitas Islam Malang (Unisma) melangsungkan festival kuliner khas Malang dan berbagai lomba menarik. Meliputi lomba Business Plan tingkat SMK/SMA/MAN se-Jawa Timur, lomba banjari se-Jawa Timur, lomba MTQ/Syarhil Quran/Tahfidz/Kaligrafi, dan talk show financial planning haji muda.
Rangkaian kegiatan ini dibuka pada Rabu (15/5/2024) di halaman depan kampus Unisma. Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., mengatakan festival kuliner ini menjadi wadah bagi UMKM untuk mengenalkan produknya ke pasar yang lebih luas.
“Apalagi acara ini ada ratusan siswa dan wali murid dari berbagai daerah di Jatim yang datang ke Unisma. Acara ini bagian dari memberikan inspirasi dan motivasi bagi pelaku UMKM. Karena disini ada beragam jenis UMKM sehingga mereka akan termotivasi untuk mengembangkan produk,” terang Maskuri.
Malang Halal Culinary Festival, kata Maskuri, diikuti 50 pelaku UMKM di seluruh Jawa Timur. Ia berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan untuk bersama memajukan UMKM.
Menurut Rektor Unisma, acara lain seperti lomba business plan akan menjadi wadah yang penting untuk mengembangkan usaha pada bidang apapun. Terutama dalam rangka mengembangkan kreativitas dan inovasi terbaru.
“Khusus untuk gelaran lomba, pemenang di setiap kategori yang ada akan diberikan kesempatan berkuliah di Unisma dengan beasiswa khusus. Mereka bisa mendapatkan banyak keringanan saat nanti melanjutkan pendidikan tinggi di Unisma,” kata Rektor.
Melalui ajang ini Unisma juga berupaya untuk menjaring siswa SMA Sederajat yang berprestasi dalam bidang bisnis sesuai dengan milestone Unisma saat ini. “Ini menjadi salah satu cara kami untuk bisa menjaring siswa berprestasi agar mereka kelak kuliah di Unisma,” tutup Maskuri.

Hadir saat pembukaan, Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang juga untuk membuka gelaran ini. Wahyu menyampaikan bahwa Festival Kuliner Khas Malang yang diadakan Unisma sejalan dengan program Pemkot Malang.
“Kita punya fokus untuk menaikkan kelas UMKM, utamanya yang ada di Kota Malang. Dan acara ini merupakan salah satu media untuk memperkenalkan dan mempromosikan UMKM yang ada di Malang,” ujar Pj Wali Kota Malang.
Wahyu menyebut, pihaknya menginstruksikan kepada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang untuk intens mengawal pelaku UMKM di Kota Pendidikan ini. Ia meminta pejabat terkait bisa langsung turun untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada para UMKM.
“Lewat pendampingan UMKM bisa terus berkembang. Kita akan lihat kesulitan dari UMKM apa. Nanti kita list, jalau terkait dengan keterampilan maka akan kita berikan pembinaan. Kalau terkait pemasaran nanti juga akan kita fasilitasi,” tutup Wahyu. [dan/beq]






