Bojonegoro (beritajatim.com) – Fenomena alam tidak biasa terjadi di kawasan persawahan warga di Dusun Turasan, Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.
Fenomena aneh munculnya gelembung air dengan radius sekitar 50 centimeter itu diperkirakan sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir. Namun, gelembung baru nampak besar saat debit air naik.
“Kalau dulu cuma rembesan kecil, nggak gruwal-gruwal segede ini Makanya dulu warga nggak ada yang tahu,” ujar pemilik lahan kosong yang muncul gelembung, Sulasih (55), Kamis (20/3/2025).
Luasnya radius gelembung udara saat musim hujan seperti saat ini menarik perhatian warga yang penasaran untuk menyaksikan langsung ke lokasi dan mendokumentasikan fenomena itu.
“Ramai (warga yang melihat di lokasi) karena kemarin di video dan viral di media sosial,” tambah nenek dua cucu itu
Berdasar pantauan di lokasi, gelembung air hanya muncul di area tepat di bawah pohon klampis. Air yang keluar tampak keruh kecoklatan berbarengan dengan gelembung udara.
Saat didekati, gelembung udara itu juga beraroma seperti gas, meski tidak terlalu menyengat. “Itu yang keluar bukan hanya air, sepertinya ada kandungan gas juga,” tambahnya.
Untuk diketahui, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro juga telah melakukan pemeriksaan sampel air dari gelembung air tersebut. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, DLH tidak tercium bau belerang atau amoniak di sekitar lahan.
“Kondisi tanaman dan pohon di sekitar gelembung udara masih normal tidak ada yang kering atau mati,” ujar Kepala DLH Bojonegoro Luluk Alifah, seperti dalam laporan tertulisnya.
Sementara hasil uji insitu terhadap air di sekitar gelembung sesuai PP 22 tahun 2021 lampiran VI air permukaan adalah, ph 7.67 (kategori normal, range nilai 6-9), suhu 30.6°C, bau (tidak berbau menyengat), warna coklat, do 4.33 mg/l sesuai dengan baku mutu (nilai minimum DO 3 mg/l). [lus/beq]







