Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Malang (Unisma) menghadirkan pakar keuangan syariah Dr. Mohammad Mahbubi Ali dalam acara international future skills talks. Acara ini diadakan Himaprodi Perbankan Syariah dalam rangkaian penutup Sharia Finance and Economy Competition (Safecom) 2023.
Acara ini mengusung tema ‘Exploring The Development of Global Career Potential In Islamic Finance,’. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan perbankan syariah agar dapat bersaing di tingkat internasional.
Terdapat dua narasumber yang dihadirkan yaitu, pertama, Dr. Mohammad Mahbubi Ali, pakar keuangan syariah global yang menjabat sebagai ahli keuangan syariah di Bank Sentral Brunei Darussalam dan Dewan Pengawas Syariah di Affin Islamic Bank, Malaysia. Pemateri kedua, diran Imam Agung Kusuma, SE., MM, seorang funding transaction and relationship manager Bank Syariah Indonesia.
Dekan FEB Unisma, Nur Diana, SE., M.Si., menjelaskan bahwa kedua pemateri tersebut memberi wawasan tentang perkembangan karir global di bidang keuangan syariah. Diana mengapresiasi inisiatif Himaprodi Perbankan Syariah menggelar kegiatan internasional tersebut.
“Pengalaman internasional itu sangat penting dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di tingkat global. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa FEB Unisma aware dengan pentingnya event di tingkat internasional,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (20/12/2023).
Nur Diana juga menegaskan komitmen FEB Unisma untuk mendukung misi universitas dalam menjadi World Class University dengan meraih akreditasi unggul dan internasional. FEB Unisma berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan semacam ini untuk memberi pengalaman dan pengetahuan yang luas bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di masa depan.

“Kami terus berkomitmen dalam mengembangkan potensi mahasiswa dengan menyelenggarakan kegiatan internasional. Salh satunya dengan mengadakan international future skills talks ini,” kata Diana menutup.
Sementara itu, dalam paparannya, Dr. Mahbubi menjelaskan adanya kesenjangan antara pertumbuhan industri keuangan syariah dan ketersediaan SDM, termasuk di Indonesia. Hal tersebut menjadi peluang bagi lulusan Perbankan Syariah untuk mengisi kebutuhan SDM di tingkat nasional dan internasional.
“Ada beberapa kompetensi kunci yang harus dimiliki oleh mahasiswa agar dapat bersaing di dunia global, termasuk kemampuan bahasa asing, teknologi digital, data analisis, analisis keuangan, dan audit syariah,” ungkapnya.
International future skills talks ini adalah bagian rangkaian penutup Safecom 2023. Ajang tersebut menjadi kompetisi ekonomi dan keuangan syariah internasional di tingkat SLTA sederajat dan perguruan tinggi.
Kompetisi ini diikuti oleh siswa SLTA sederajat dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Ada juga mahasiswa internasional dari Mesir, Malaysia, Turki, dan Taiwan, menunjukkan prestise kegiatan tersebut di tingkat internasional. [dan/but]






