Pucuk klasemen Liga 1 Musim 2024-25 tak ubahnya fatamorgana bagi Persebaya. Maka Bonek tidak boleh terlalu cepat menepuk dada.
Posisi papan atas seharusnya merepresentasikan kualitas permainan sebuah tim. Posisi klub-klub yang berada dalam lima besar kompetisi liga semestinya berbanding lurus dengan gaya permainan yang membuat mereka bisa meraih poin lebih banyak dibandingkan tim-tim lainnya yang terlempar dari papan atas.
Namun hasil pertandingan pekan ke-8 menunjukkan bahwa posisi papan atas tak menunjukkan keunggulan kualitas Persebaya. Setelah sempat berada di puncak klasemen pada pekan ke-6 dan ke-7, Persebaya akhirnya tumbang untuk pertama kalinya pada musim ini di kandang Persib Bandung, Stadion Jalak Harupat Soreang, Jumat (18/10/2024).
Padahal Persebaya diuntungkan, karena bermain tanpa tekanan suporter tuan rumah. Komisi Disiplin menjatuhkan sanksi berupa pengosongan stadion kepada Persib, karena kerusuhan yang terjadi pada saat menjamu Persija Jakarta beberapa pekan sebelumnya. Persib juga tidak menurunkan ‘sang mantan yang suka menyakiti’ Persebaya, David da Silva.
Penguasaan bola Persebaya dan Persib sebenarnya seimbang. Namun dua gol Persib yang dicetak Edo Febriansyah pada menit 22 dan Ciro Alves pada menit 71 menunjukkan kerapuhan lini belakang Persebaya. Sementara itu lini tengah benar-benar tak berkutik, dan lini depan tidak tahu harus berbuat apa.
Tidak ada yang membayang-bayangi Edo saat melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Selanjutnya, beberapa kali Persib menguji Andika Ramadani dengan tembakan-tembakan jarak jauh.
Namun gol Ciro Alves praktis terjadi karena kecerobohan lini belakang Persebaya. Dia bisa bebas menguasai bola dan menusuk ke kotak penalti, setelah mendapatkan bola lambung dari Tyronne yang berada di zona oertahanan Persib.
Ciro hanya berhadapan dengan sesama pemain bernomor punggung 77, Kasim Botan. Kasim terpeleset. Ciro pun terjatuh sebelum mengarahkan bola dengan tendangan lemah ke arah gawang yang sudah terlanjur kosong karena ditinggalkan Andika. Orang Surabaya bilang: ‘gol mak kluthik’, karena saking lemahnya bola masuk ke gawang.
Enam menit kemudian Ciro nyaris kembali membobol gawang Persebaya dengan skema yang nyaris sama. Beruntung, bek Persebaya asal Montenegro, Slavko Damjanovic, berhasil mengintersep.
Kacau di belakang, Persebaya tidak memiliki peluang yang meyakinkan di depan gawang Persib. Bruno Moreira pun seperti ‘menghilang’. Flavio tidak melepaskan tembakan yang meyakinkan pada menit 53. Begitu juga tandukannya terlalu lemah pada 63, sehingga bisa ditangkap kiper Persib Kevin Ray Mendoza.
“Kami punya banyak peluang. Tapi kami tidak bisa memanfaatkan peluang itu,” kata Paul Munster, pelatih Persebaya.
Munster menginstruksikan anak buahnya menekan pada babak kedua. Namun taktik low block dengan formasi 5-4-1 yang diterapkan Persib berhasil menghalangi.
Dan satu lagi yang dianggap menghalangi Persebaya mencuri poin: wasit Irfan Wahyu Wijanarko. Simpel saja. “Gol kedua offside,” kata Munster.
Posisi Persebaya kini tergelincir ke peringkat kedua dengan 17 angka, sama seperti poin yang diperoleh Bali United yang berada di urutan pertama. Munster harus segera mengevaluasi kekalahan tersebut, karena akan menjamu PSM Makassar, Rabu (23/10/2024).
Dengan selisih poin pemuncak klasemen (Bali United, 17) dengan peringkat 6 (Persik Kediri, 14), kegagalan meraih poin di kandang sendiri akan sangat mempengaruhi kontalasi hasil akhir kompetisi. Sejauh ini rekor kandang Persebaya cukup bagus, tiga kali menang dan sekali seri. Menjaga performa di Gelora Bung Tomo sama saja menabung asa hingga ujung kompetisi, sekaligus membuktikan Persebaya tak sedang mengalami fatamorgana. [wir]






