Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Muhammad Isa Anshori, A.T.D., M.T. menerima kedatangan ratusan warga Kenjeran Surabaya yang tergabung dalam Forum Masyarakat Maritim Madani (FM3) di Kantor DLH Jatim, Kamis (9/10/2025) siang.
Forum Masyarakat Madani Maritim (FM3) bersama mahasiswa dan masyarakat pesisir Surabaya masih menentang proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land (SWL), yang sempat masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai 1.085 hektare dengan empat pulau buatan. Penolakan ini didorong oleh kekhawatiran akan dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat pesisir dan adanya dugaan penyalahgunaan aturan.
“Ini adalah penyerahan dokumen dari FM3 yang berisi keresahan dan keberatan, dari mulai petani, nelayan, petambak dan semua masyarakat yang mewakili dari Kenjeran, kepada pemerintah pusat. Pusat tadi ada yang hadir secara online maupun offline. Saya sudah sampaikan, bahwa dokumen ini akan diserahkan ke Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dan Kemenko Perekonomian,” kata Isa Anshori di depan puluhan warga usai pertemuan.
“Tolak reklamasi, tolak reklamasi, tolak reklamasi. Hidup Isa Anshori. Hidup petani tambak, hidup nelayan, hidup mahasiswa,” ujar warga Kenjeran yang menyaksikan penyerahan dokumen kepada pemerintah pusat dan memberikan aplaus kepada Isa Anshori.
Isa menjelaskan, dalam pertemuan itu juga disepakati bahwa akan membentuk Tim Independen. Tim ini akan mengkaji dampak proyek SWL itu mulai dampak ekonomi, sosial, lingkungan, budaya dan sebagainya.
“Tim ini saya harapkan segera bekerja dan benar-benar independen. Kemudian, DKP Jatim akan memfasilitasi segala bentuk keresahan atas proyek reklamasi untuk pembangunan SWL. Forum juga akan membuat surat kepada pemerintah pusat, ke KKP dan Kemenko Perekonomian. Bahkan kalau mereka butuh pendampingan, kami siap 24 jam memfasilitasi hal itu,” tukasnya. [tok/beq]






