Malang (beritajatim.com) – Bakal Calon Wakil Wali Kota Malang Fairouz Huda meluncurkan program Kak Fai Mendengar saat deklarasi dukungan di Pondok Pesantren Daruzzahra Arrifa’i, Merjosari, Kota Malang pada Jumat, (24/5/2024) malam.
Kak Fai Mendengar adalah program bincang dengan masyarakat lewat dialog terbuka. Fairouz yang bakal berkontestasi di Pemilihan Wali Kota Malang 2024 ingin menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dengan dialog.
“Saya ingin mendengar aspirasi masyarakat secara langsung. Ada persoalan sampah. Dimana kita sepakat pemerintah harus menjadi inisiator untuk membuat gerakan sadar sampah, sadar lingkungan,” kata Fairouz.
“Jadi ke depan sampah kering sampah basah itu dengan sendirinya masyarakat bisa memisahkan. Kemudian sadar bahwa sampah itu juga bisa menjadi jalan rezeki untuk masyarakat ketika nanti dijual atau bahkan didaur ulang dan lain semacamnya. Jadi gerakan itu yang bisa saya tawarkan untuk masyarakat Kota Malang,” imbuhnya.
Selain persoalan sampah dia mendengar aspirasi soal sulitnya mendapat transportasi massal yang terkoneksi dengan tempat-tempat strategis di Kota Malang. Salah satunya adalah kesulitan mendapat transportasi untuk pergi ke perpustakaan Kota Malang.
“Banyak teman-teman yang akan pergi ke perpustakaan ternyata mengalami kesulitan karena transportasinya tidak terjangkau bahkan tidak ada. Kalaupun ada mahal dan segala macam,” ujar Fairouz.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami bagi siapapun nanti yang memimpin Pemerintahan Kota Malang bahwa harus ada revitalisasi perpustakaan. Selain perpustakaannya sendiri yang harus direvitalisasi. Harus ada strategi bagaimana mendatangkan mahasiswa atau pengunjung ke perpustakaan salah satunya adalah fasilitas transportasi yang murah dan terjangkau,” imbuh Fairouz.
Ada pula keluhan dari santriwati atau mahasiswi dimana setelah lulus mereka bingung mencari pekerjaan. Maka dalam program Kak Fai Mendengar dia tidak hanya berdialog tetapi juga membuat pelatihan digital marketing.
“Makanya kami berikan bekal digital marketing barangkali nanti bisa membantu tidak harus bekerja ke instansi pemerintah atau swasta tapi dengan sendirinya di pesantren ini muncul geliat ekonomi. Kan bisa secara mandiri nanti melakukan bisnis online atau apa,” ujar Fairouz. (luc/kun)






