Malang (beritajatim.com) – Gelandang Arema FC Evan Dimas kesulitan menembus skuat utama Singo Edan. Dalam 2 laga terakhir, dia memulai laga dari bangku cadangan. Waktu bermain pun hanya sekira 15 menit.
Selama dilatih Eduardo Almeida, Arema sering memasang 2 gelandang bertahan. Masing-masing Jayus Hariono dan Renshi Yamaguchi. Praktis Evan yang berposisi playmaker sering kalah bersaing.
“Saya datang kesini sebagai pemain profesional harus menunjukan sikap profesional,” kata Evan Dimas usai melawan RANS Nusantara pada Rabu (25/8/2022).
“Saya disini mempunyai pelatih Eduardo yang saya anggap seperti bapak saya sendiri. Apapun keputusan pelatih Almeida saya selalu mendukung paling penting adalah 3 poin,” imbuh Evan Dimas.
Pemain asal Surabaya itu mengatakan, dia datang ke Malang bergabung Arema tidak merasa sebagai pemain bintang atau pemain Timnas Indonesia. Dia hanya ingin menunjukan penampilan terbaiknya saat bersama Arema.
“Saya datang kesini tidak merasa sebagai pemain bintang atau pemain Timnas. Saya Evan Dimas siap diturunkan kapanpun saya akan suport tim. Yang penting tim dapat 3 poin,” ujar Evan.
[berita-terkait number=”4″ tag=”evan-dimas”]
Evan mengatakan, sebagai pemain profesional dia menegaskan dimainkan sebagai pemain pengganti atau justru tidak dimainkan kewajiban dia adalah mendukung Arema untuk meraih kemenangan.
“Yang penting kita dapat 3 poin. Pemain profesional bagi saya bukan hanya bagus di lapangan. Tetapi kita tidak main atau main dari bangku cadangan kita harus suport tim,” tandas Evan. [luc/but]






