Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan psikologi olahraga sebagai bagian penting dari pembinaan atlet nasional. Menurut Erick, aspek kesehatan mental kini menjadi sama pentingnya dengan perkembangan sport science dalam menunjang performa atlet.
“Ini mental health anak-anak muda Indonesia mungkin hampir 30–40 persen kena mental health. Jadi mental health ini, psikologi, menjadi penting. Karena memang para olahragawan dan olahragawati kita juga memerlukan sebuah titik untuk melepas tekanan. Itu tidak mudah. Saya percaya psikologi sport ini menjadi penting sejak awal,” ujar Erick Thohir, Selasa (8/10/2025).
Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa pendekatan psikologis dalam dunia olahraga harus diterapkan sejak awal proses pembinaan. Ia mencontohkan langkah yang diambil oleh pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, sebagai bentuk upaya menjaga fokus tim menjelang kompetisi besar.
“Beberapa timnas yang saya dorong selalu menggunakan psikologi dari sport sejak awal. Bahkan saya dengar tadi Nova, mohon maaf, mematikan sosial medianya untuk U-17. Karena jangan sampai para pemain dan pelatih terdistraksi oleh hal-hal yang bisa mengganggu fokus. Malah itu bisa memecah komitmen mereka terhadap kejuaraan tersebut,” jelas Erick.
Sebelumnya, Pelatih Timnas Indonesia U-17 Nova Arianto memutuskan untuk pamit dari media sosial. Dalam akun Instagram resminya, Nova mengakui ingin fokus menangani tim Garuda Muda.
Ia menyatakan tanggung jawab besar yang diembannya sebagai pelatih harus dibarengi dengan konsentrasi penuh demi memberikan hasil terbaik bagi bangsa Indonesia di Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung di Qatar mulai 3 hingga 27 November 2025. [way/ian]






