Surabaya (beritajatim.com) – National Hospital menghadirkan layanan penanganan epilepsi secara komprehensif melalui Epilepsy Center (EPIC) National Hospital. Sejak didirikan pada tahun 2016, EPIC telah melayani lebih dari 1.200 pasien dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Epilepsi adalah penyakit kronis yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia,” ujar spesialis bedah saraf konsultan fungsional dan bedah epilepsi National Hospital, dr. Heri Subianto, SpBS(K), Selasa (21/5/2024).
Dia menjelaskan epilepsi dapat dapat menyebabkan kejang berulang yang dapat berdampak pada kerusakan sel saraf otak. Sehingga mempengaruhi kognitif,psikologi, dan sosial penderita.
Menurut dr. Heri, epilepsi dapat dikontrol dengan baik. Sekitar 70% orang dengan epilepsi (ODE) dapat bebas kejang jika dilakukan terapi atau pemberian obat-obatan yang tepat.
“Namun, bagi pasien dengan epilepsi yang kebal terhadap obat atau drug resistant epilepsy (DRE), tindakan operasi dapat dilakukan untuk mengontrol kejang,” tambah dia.
Selain itu, lanjut dia, operasi bedah epilepsi dapat mengatasi atau mengontrol kejang dengan tingkat perbaikan hingga 90%.
Apalagi, Vagus Nerve Stimulation (VNS), salah satu teknik operasi implantasi alat epilepsy terbaru, telah tersedia di EPIC National Hospital.
“National Hospital merupakan pionir dan pertama kali menghadirkan alat VNS PINS di Indonesia serta pertama kali melakukan tindakan operasi VNS PINS di Indonesia,” ujar spesialis saraf konsultan epilepsy dr. Neimy Novitasari, SpN.
EPIC National Hospital dilengkapi dengan peralatan medis modern seperti MRI 3 tesla dengan protokol khusus epilepsi dan long term Video EEG yang jarang ditemui di Indonesia. Selain obat-obatan, EPIC juga dapat melakukan tindakan operasi bedah epilepsi dan implantasi VNS.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan awareness terhadap epilepsi di masyarakat Indonesia,” jelas dr. Neimy. [asg/beq]






