Blitar (beritajatim.com) – Memasuki musim penghujan warga Blitar Selatan berburu entung jati atau kepompong ulat daun jati. Mereka rela menempuh jarak puluhan kilometer untuk mencari makanan ekstrem bernama Entung Jati.
Meski dianggap menjijikan untuk sebagian orang, entung jati bagi warga Blitar Selatan merupakan makanan mahal. Bagaimana tidak, harga satu kilogram entung jati dihargai Rp. 125 ribu.
Para pencari entung jati di daerah Lodoyo Blitar pun enggan menukar kepompong ulat tangkapannya dengan daging sapi. Bagi mereka entung jati jauh lebih lezat ketimbang daging ayam maupun sapi.
“Endak lah (tidak mau ditukar dengan daging), ini lebih mahal dan jarang lo ini, rasanya juga gurih,” kata Misidi, pencari entung jati asal Wonotirto Kabupaten Blitar, Selasa (16/01/24).

Misidi bersama para tetangganya bahkan rela menempuh jarak puluhan kilometer dari rumahnya ke area hutan Lodoyo Blitar untuk mencari entung jati. Mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB dan pulang pukul 14.00 WIB.
Rata-rata Misidi dan tetangganya mampu memperoleh 1 hingga 2 kilogram entung jati. Entung jati itu digunakan Misidi sebagai lauk serta sisanya dijual ke para tetangga.
“Kalau ada yang pesan atau ada yang mau ya dijual. Tapi kalau tidak ada yang beli ya dimasak sendiri,” kata Mesidi sambil mengumpulkan kepompong ke dalam sebuah wadah.
Tak hanya pria, wanita pun ikut mencari kepompong ulat daun jati ini. Bahkan, beberapa di antara dari mereka ada yang membawa anaknya ke hutan demi mencari kuliner ekstrem yang bernilai jual tinggi yakni entung jati.
Dengan cekatan para pencari entung jati ini menyisir satu demi satu daun kering untuk mencari keberadaan kepompong. Supiyah salah satunya, ia mengaku sengaja mencari kepompong untuk mengisi waktu luang.
Dia mengaku, kegiatan berburu kepompong ulat daun jati itu telah menjadi agenda rutin yang dilakoninya setiap tahun saat awal musim penghujan datang. Kepompong yang didapatkan, kata dia, dibawa pulang untuk dimasak sebagai lauk.
“Dimasak sendiri dijadikan lauk. Caranya dioseng-oseng pakai bumbu,” kata Supiyah.
Menurutnya, kepompong ulat daun jati memiliki rasa yang gurih. Cocok untuk lauk makan jika dimasak dengan benar. Selain itu entung jati ini juga memiliki nilai gizi tinggi serta protein yang cukup untuk tubuh. [owi/but]






