Ringkasan Berita:
- Bupati Jombang Warsubi melakukan komunikasi dengan KBRI London untuk membuka peluang kerja sama internasional di bidang investasi, pengembangan SDM, dan kemitraan strategis.
- Pemerintah Kabupaten Jombang menawarkan berbagai potensi daerah, mulai dari sektor investasi, kewirausahaan, industri, hingga jaringan pondok pesantren kepada diaspora Indonesia di Inggris.
- Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Jombang memperkuat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Warsubi memanfaatkan agenda kunjungannya ke Inggris untuk melakukan penjajakan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membuka jejaring internasional guna mendorong investasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memperluas peluang kerja sama strategis bagi Kabupaten Jombang.
Warsubi diterima oleh Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Kerajaan Inggris, Sahadatun Donatirin, di kantor KBRI London, Trevelyan House, 30 Great Peter Street, Westminster, London, Jumat pekan lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Jombang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi serta Wakil Ketua Tim Pengawalan dan Pertimbangan Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Investasi Kabupaten Jombang, Budi Mulyono.
Kunjungan Warsubi ke Inggris sejatinya dilakukan untuk menghadiri momen wisuda putrinya, Divabelvana Bhilyta Phalosari, yang berhasil lulus dengan predikat cum laude dari Program Studi Manajemen Bisnis Universitas Westminster, London.
Namun, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk membangun komunikasi awal dengan KBRI London sebagai langkah memperluas jaringan internasional bagi Kabupaten Jombang.
Dengan latar belakang sebagai pengusaha sekaligus kepala daerah, Warsubi menyampaikan berbagai potensi strategis yang dimiliki Jombang, termasuk peluang investasi, pengembangan SDM, kewirausahaan, hingga kekuatan jaringan pondok pesantren yang menjadi karakter khas daerah tersebut.
“Kami ingin membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Potensi diaspora Indonesia di Inggris sangat besar dan kami berharap dapat berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Jombang, baik melalui investasi, pengembangan SDM, maupun kemitraan strategis lainnya,” ujar Warsubi.
Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Kerajaan Inggris, Sahadatun Donatirin, menyambut positif inisiatif Pemerintah Kabupaten Jombang tersebut. Ia menjelaskan bahwa diaspora Indonesia di Inggris diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang dengan beragam latar belakang profesi dan keahlian.
Pertemuan itu menjadi langkah awal untuk bertukar informasi sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Komunikasi antara Pemkab Jombang dan KBRI London diharapkan dapat membuka akses terhadap jejaring diaspora, mitra investasi, serta berbagai peluang pengembangan kapasitas SDM.

Sahadatun Donatirin atau yang akrab disapa Dona merupakan diplomat senior Kementerian Luar Negeri RI yang telah berkarier sejak 1998. Lulusan Magister Hubungan Internasional Universitas Indonesia tersebut memiliki pengalaman dalam menangani berbagai isu hukum bilateral, regional, kerja sama teknis, pendidikan, ketenagakerjaan, hingga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Perjanjian Ekonomi, Sosial, dan Kebudayaan Kemlu RI.
Penjajakan kerja sama dengan KBRI London juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam memperkuat iklim investasi daerah. Saat ini, perekonomian Jombang tercatat tumbuh sebesar 5,34 persen dengan dukungan sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor yang memberikan kontribusi sebesar 23,3 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Di bawah kepemimpinan Warsubi, Pemkab Jombang menargetkan realisasi investasi sebesar Rp2,56 triliun melalui Forum Investasi Jawa Timur. Target tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga pertumbuhan ekonomi daerah agar tetap berada di atas lima persen.
Pengembangan ekonomi Jombang diarahkan pada enam kawasan strategis cepat tumbuh, yaitu Mojowarno, Mojoagung, Bandarkedungmulyo, Perak, Tembelang, dan Ploso. Dengan posisi geografis yang strategis serta akses kurang dari satu jam menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jombang memiliki peluang besar untuk pengembangan sektor manufaktur, industri pertanian, dan peternakan.
Wakil Ketua TP3D Bidang Investasi Kabupaten Jombang, Budi Mulyono, menyampaikan bahwa hasil komunikasi dengan KBRI London akan ditindaklanjuti secara teknis untuk membuka peluang kemitraan yang lebih konkret bagi daerah.
Selain fokus pada investasi, Pemkab Jombang juga terus memperkuat sektor ketenagakerjaan. Pemerintah daerah berhasil menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 3,75 persen menjadi 3,28 persen. Atas capaian tersebut, Jombang meraih penghargaan Terbaik III Penurunan Tingkat Pengangguran Regional Jawa-Bali serta memperoleh insentif fiskal sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Pusat.
Penurunan angka pengangguran tersebut didukung oleh pengembangan industri padat karya, pelaksanaan bursa kerja berskala besar, program link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja, serta digitalisasi informasi lowongan pekerjaan hingga tingkat desa.
“Setiap pertemuan adalah peluang. Setiap komunikasi bisa menjadi awal sebuah kerja sama. Karena itu, saya ingin memastikan Jombang bisa hadir dalam jejaring global agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat melalui investasi, peningkatan SDM, dan terbukanya lapangan kerja,” pungkas Warsubi. [suf]






