Blitar (beritajatim.com) – Ribuan ulat bulu menyerang pemukiman warga di Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar. Ulat bulu tersebut bukan hanya di teras namun juga masuk hingga ke dalam rumah.
Teror ulat bulu ini sudah terjadi selama 3 hari terakhir. Warga kelurahan Tanjungsari Kota Blitar pun resah. Bahkan beberapa orang mengalami gejala gatal-gatal usai terkena ulat bulu.
Menurut warga, kulit mereka menjadi gatal dan memerah usai terkena ulat bulu. Bahkan beberapa orang mengalami alergi usai menyentuh ulat bulu tersebut.
“Ini yang pertama kali terjadi, ini sudah 3 hari terakhir ini, ya gatal,” kata Al Imroh, warga kelurahan Tanjungsari Kota Blitar, Selasa (16/01/24).

Jumlah ulat bulu yang menyerang rumah-rumah warga ini tidak sedikit. Menurut warga jumlah ulat bulu terus bertambah setiap harinya.
Akibatnya aktivitas warga pun terganggu. Pasalnya ulat bulu tersebut berjatuhan ke makanan di dalam rumah. Bahkan sejumlah warga yang berjualan juga terpaksa merugi akibat dagangnya kejatuhan ulat bulu.
“Ini tidak jualan (es dawet) karena kalau jualan ulat bulu itu jatuh-jatuh ke dalam cendol,” imbuhnya.
Warga pun kini sudah melaporkan kemunculan ulat bulu tersebut ke pihak kelurahan. Warga berharap ulat bulu tersebut bisa dibasmi.
“Sudah kami laporkan semoga cepat ada tindakan, karena sangat mengganggu,” tutupnya.
Sementar itu, pihak Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar telah meneruskan laporan warga ke Pemadam Kebakaran Kota Blitar. Pihak kelurahan meminta Damkar Kota Blitar agar segera melakukan penyemprotan ribuan ulat bulu tersebut.
“Sudah kami teruskan, ini masih menunggu pihak Damkar Kota Blitar untuk melakukan pembasmian,” kata Setyo Wahyudi, Sekretaris Kelurahan Tanjungsari Kota Blitar.
Menurut pihak kelurahan, kejadian ini lumrah terjadi saat musim penghujan tiba. Pasalnya tidak jauh dari lokasi pemukiman ada hutan jati.
Diduga ulat ulat bulu itu berasal dari hutan jati yang lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga. Kini pihak kelurahan masih berkoordinasi dengan Damkar Kota Blitar untuk melakukan pembasmian terhadap ribuan ulat bulu itu.
“Itu ulat bulu dari pohon jati, tindak lanjut kita langsung berkoordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya. [owi/but]






