Ringkasan Berita:
- Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memprioritaskan kesiapan fasilitas sanitasi dengan menyediakan toilet umum di sejumlah titik strategis kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
- Selain pembangunan area expo dan bazar, panitia terus melakukan pengurukan lahan, penataan kantong parkir, serta penambahan fasilitas MCK untuk mengantisipasi tingginya jumlah peserta dan pengunjung.
- Rekayasa lalu lintas juga disiapkan dengan mensterilkan kawasan internal pesantren dari kendaraan umum guna menjaga kelancaran mobilitas selama pelaksanaan Muktamar NU ke-35.
Jombang (beritajatim.com) – Antisipasi lonjakan jamaah dan peserta dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), panitia lokal terus mematangkan berbagai fasilitas pendukung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang. Salah satu perhatian utama adalah penyediaan fasilitas sanitasi berupa toilet umum yang akan disebar di sejumlah titik strategis.
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh (Gus Rozaq), mengatakan kesiapan fasilitas dasar menjadi bagian penting dalam mendukung kenyamanan peserta maupun pengunjung selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Selain memastikan kesiapan venue utama, panitia juga memprioritaskan penambahan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Fasilitas sanitasi tersebut dinilai krusial mengingat jumlah massa yang diperkirakan hadir dalam agenda besar organisasi Nahdlatul Ulama tersebut.
Ketua Umum Yayasan PPBU Tambakberas itu memastikan toilet umum nantinya akan ditempatkan di beberapa lokasi strategis. Penempatan tersebut dilakukan untuk memudahkan akses peserta sekaligus mengantisipasi kepadatan selama kegiatan berlangsung.
“Toilet umum akan disebar di beberapa titik strategis. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi lonjakan lautan massa selama kegiatan berlangsung,” kata Gus Rozaq, Sabtu (25/7/2026).
Selain fasilitas sanitasi, panitia lokal juga masih mengejar penyelesaian berbagai pekerjaan teknis di kawasan pendukung Muktamar. Salah satunya adalah pengurukan lahan yang difokuskan untuk area stan bazar dan kantong parkir kendaraan.
Persiapan kawasan bazar dan expo yang berada di sisi timur kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum hingga Sabtu (25/7/2026) telah mencapai progres fisik sekitar 80 persen. Panitia menargetkan seluruh pekerjaan selesai sebelum agenda peninjauan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada akhir Juli 2026.
Penanggung Jawab Pengurukan Area Parkir dan Expo Muktamar NU ke-35, H Irfan Karnadi, menjelaskan bahwa panitia lokal telah menyiapkan empat titik lokasi untuk mendukung kebutuhan expo dan parkir.
Dari empat titik tersebut, tiga lokasi telah rampung dan siap digunakan. Sementara satu lokasi lainnya memasuki tahap akhir pengerjaan dan ditargetkan selesai dalam minggu ini.

MTsN Bahrul Ulum Tambakberas yang digunakan sebagai pusat registrasi dan pelayanan menginap bagi peserta muktamar
Total luas lahan yang dialokasikan untuk kawasan pendukung Muktamar mencapai 1,5 hektare. Khusus dua titik utama expo, area tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 300 hingga 350 stan pelaku usaha.
Stan bazar tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan pelaku UMKM, baik dari wilayah Jombang maupun daerah luar. Pendaftaran peserta masih dibuka hingga kuota yang tersedia terpenuhi.
Kawasan expo dijadwalkan mulai beroperasi pada 22 Agustus 2026 sebagai rangkaian kegiatan pra-Muktamar. Sementara agenda utama Muktamar ke-35 NU akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.
“Selain menghadirkan pameran produk UMKM, kawasan expo juga direncanakan menjadi ruang publik dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan dan hiburan. Namun, rincian agenda hiburan masih menunggu keputusan resmi dari pengurus pusat,” ujar Irfan Karnadi.
Dalam aspek mobilitas, panitia memastikan kawasan internal Pondok Pesantren Bahrul Ulum akan disterilkan dari lalu lintas kendaraan umum. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kelancaran pergerakan peserta dan kenyamanan warga sekitar.
Para peserta Muktamar (muktamirin) nantinya akan diturunkan di titik drop jalan utama sebelum diarahkan menuju lokasi acara menggunakan armada golf car. Kendaraan bermotor hanya dibatasi bagi keluarga ndalem dan tamu VVIP yang telah teridentifikasi.
Gus Rozaq menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tersebut telah dirancang agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Mobilitas warga serta kegiatan ekonomi di sekitar kompleks pesantren dipastikan tetap berjalan normal selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 27 hingga 31 Agustus 2026. [suf]






