Surabaya (beritajatim.com) – Elnathan Hamonangan Parasian Manalu, 15 tahun, siswa kelas X di SMA Negeri 16 Surabaya memiliki ketertarikan yang besar terhadap sejarah, khususnya sejarah tentang Bung Karno, Sang Proklamator.
Dia melakukan penelitian tentang rumah tempat Bung Karno dilahirkan di Surabaya dan mengikutsertakan hasil penelitiannya dalam Lomba Peneliti Belia (LPB) yang diselenggarakan oleh CYS atau Center for Young Scientist.
Lomba ini berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta pada 30 November 2023 dan diikuti oleh sekitar 250 peserta dari berbagai kota di Indonesia.
Penelitian Elnathan dimulai ketika dia membaca berita tentang peresmian rumah kelahiran Bung Karno oleh walikota Surabaya, Eri Cahyadi, pada 6 Mei 2023. Rumah itu berada di Jalan Pandean IV/40, Peneleh, Surabaya.
Dia penasaran dan ingin melihat rumah itu secara langsung. Pada 17 Agustus 2023, dia mengunjungi rumah itu bersama keluarganya.
“Sayangnya, ketika saya memposting foto dan cerita tentang rumah itu, beberapa kerabat saya yang lebih tua terkejut, karena mereka selama ini mengira Bung Karno lahir di Blitar, bukan Surabaya,” kata Elnathan. Dia pun mulai mencari tahu kebenaran tentang tempat kelahiran Bung Karno.
Baca Juga: Cucu Bung Karno: Pernyataan Djarot Soal Gibran Berbau Fitnah
Dia menemukan fakta bahwa tempat kelahiran Bung Karno sengaja diubah menjadi Blitar oleh rezim Orde Baru karena alasan politik. Hal ini tidak hanya tercantum di buku-buku biografi dan literatur, tetapi juga di buku pelajaran sekolah yang diterbitkan oleh kementerian pendidikan.
Bahkan, presiden Joko Widodo pernah salah menyebutkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar, Jawa Timur, dalam pidatonya di Blitar pada 1 Juni 2015. Penulis pidato Presiden Jokowi kemudian mengaku salah dan mengatakan bahwa dia menggunakan situs Tropenmuseum.nl yang menyatakan bahwa Bung Karno lahir di Blitar. Hal ini sempat menjadi berita di harian Kompas.
Menurut Elnathan, setiap orang berhak mendapatkan kebenaran tentang data pribadinya, apalagi Bung Karno, seorang bapak bangsa, seorang proklamator. Memperbaiki kesalahan yang sudah berlangsung lama, adalah salah satu bentuk penghormatan kita terhadap pahlawan bangsa ini.
Dia juga memberikan saran dalam penelitiannya, agar rumah kelahiran Bung Karno di Surabaya diresmikan oleh presiden saat ini, yaitu pak Jokowi, pada momen-momen bersejarah. Anak satu-satunya dari Andreas Manalu dan Intan Tetty Siringoringo itu juga menyarankan agar pemerintah kota Surabaya melakukan publikasi yang luas dan efektif melalui berbagai media, agar rumah itu dapat menjadi tujuan wisata sejarah.
Metode penelitian yang dia gunakan adalah heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Guru pembimbing penelitiannya adalah guru sejarah bernama Muhamad Fikri Nur Rizal. Ketika penutupan lomba, Ketua CYS, ibu Monika Raharti, Ph.D. mengatakan bahwa para pemenang di tingkat nasional berhak untuk maju ke tingkat internasional di bulan Januari 2024. (ted)






