Surabaya (beritajatim.com) – Eks ketua DPRD Jatim periode 2019 – 2024 sekaligus mantan ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi menampik dirinya ‘hilang’. Setelah ditemukan di Bangkalan pada Senin (09/06/2025) dini hari, Kusnadi akhirnya memberikan penjelasan kepada awak media saat berada di Polsek Balongbendo.
“saya ini sebenarnya bukan menghilang. Saya memang pergi tapi tidak berpamitan kepada keluarga saya sehingga menimbulkan kekhawatiran,” kata Kusnadi.
Kusnadi menjelaskan saat itu ia memang pergi Bersama ketiga temannya ke sebuah pondok di Pamekasan, Madura untuk mencari doa agar ia bisa sembuh dari penyakit kanker getah bening yang ia derita. Ia menjelaskan sebenarnya membawa ponsel saat pergi. Namun ia kehabisan baterai dan tidak ada cas atau pengisi sumber daya yang cocok.
“Memang hape saya mati karena habis baterainya nah pada waktu saya pinjam cas-casan punya teman itu tidak cocok. Baru tadi malam dapat pinjaman cas-casan yang cocok,” tutur Kusnadi.
Ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana bisa sampai ke Tana Merah, Bangkalan dan akhirnya ditemukan warga dengan kondisi tergeletak di jalan. Padahal, Jarak antara Pamekasan dan Bangkalan cukup jauh. Selain itu, Kusnadi juga ditemukan tidak bersama ketiga teman yang menjemputnya dari peternakan ayam di Dusun Wonokayun, Desa Wonokarang, Kecamatan Balongbendo pada Senin (02/06/2025).
“Ini kesalahan saya karena saya pergi beberapa hari itu tidak pamit dengan mereka-mereka, dengan keluarga sehingga menimbulkan kecemasan mereka-mereka, keluarga-keluarga saya,” imbuh Kusnadi.
Didalam keterangan yang lain, Kusnadi mengatakan bahwa handphonenya sempat tertinggal di mobil Avanza yang dikendarai Bersama temannya. Sehingga ia tidak mengetahui bahwa ia sudah dicari dan dilaporkan menghilang oleh keluarganya.
Sementara itu, Kapolsek Balongbendo AKP Sugeng Sulistiyono mengatakan pihaknya sempat melakukan pelacakan kepada nomor ponsel Kusnadi dan mendapatkan lokasinya berada di Pamekasan. Pelacakan itu dilakukan sesaat setelah keluarga melakukan laporan kehilangan Kusnadi pada Rabu (4/6/2025).
“Anggota kami setelah menerima laporan langsung bergerak cepat untuk melakukan pelacakan kepada nomor handphone pak Kusnadi dan terakhir terbaca pada tanggal 8 Juni 2025 pukul 00.58 di Madura,” jelasnya.
Setelah ditemukan, Sugeng membenarkan bahwa laporan orang hilang Kusnadi sudah dicabut. Kusnadi juga memberikan keterangan tidak mengalami luka fisik apa pun setelah dijemput ketiga temannya. Kepada pihak kepolisian, Kusnadi menyampaikan mengendarai mobil Bersama tiga temannya untuk kepentingan bisnis.
“Iya sudah dicabut laporannya mas. Memang informasi yang kami terima yang bersangkutan dijemput temannya untuk kepentingan bisnis,” pungkasnya. (ang/ian)







1 Komentar
Ngapai ke madura jauh2? Di Lebo Sidoarjo ada Pondok Bumi Sholawat Milik Gus Ali. Orang sakti juga, bisa mengobati sampean. Satu pernyataan Mencari Doa, Satu Pernyataan lagi kepentingan bisnis. Mencla Mencle. Teman kok tega ninggalin. Teman macam apa itu? Teman macam Dana Hibah? Teman Ijon? atau temannya KPK…….:D